Minggu, 28 Desember 2025

I'm Fool or Full hm "I'm so over this!

 Halo, sekarang tanggal 28 Desember 2025. Menuju ganti tahun masehi memang. Tapi lagi-lagi di akhir tahun aku merasa kosong.

Kali ini justru kosong itu ada karena terlalu penuh. Aku seperti tidak punya wadah untuk hal yang aku inginkan. Padahal aku mengorbankan kewajibanku untuk melakukan yang aku inginkan dan mengistirahatkan diriku.

Baik akan kusampaikan apasaja yang membuat aku merasa penuh itu.

1. PR Pekerjaan, dimana tugas-tugas yang menumpuk namun apda job ini sebetulnya aku menikmati. Entah kenapa aku senang melakukannya. Hanya aku butuh waktu, dan aku butuh tim. Apakah motivasinya karena uang ya? hehe tapi ada sih tugas yang terlalu yang belum selesai dan hanya aku yang bisa mengerjakan. Tapi deadlinenay tidak jelas antara penting dan tidak penting. Adalah notulensi WOrkshop Akademik. KEgiatannya sudah berbulan-blan lalu tapi memang belum bisa kuselesaikan karena tugas baru berdatangan yang meminta cepat. Otomatis untuk yang satu ini seharusnya aku lembur, tapi ga bisa.

2. PR Dakwah, ini banyak banget astaghfirullah. Padahal amanah ini juga pertanggungannya ke ALlah. Aku tidak lupa selalu meminta pertolongan kepadanya. COba aku tulis dulu ya

- SUP, ini aku kebagian bikin modul boster untuk modul mentor belum selesai sebelumnya ada tim, tapi aku udah FU mreka tetap ga beresin juga sampai mau ganti tahun ini. JAdi aku beranggapan okelah nnti aku beresin sendiri aja

- Tumbler, amanah yang sederhana tapi ganjel juga ini klo ga segera disampaikan. Bolanya adalah nunggu momen kumpul itu. Masalahnya momen kumpulnya kapana blum kebahas nih

- Kado lahiran fiona, mba Yuli. nah ini PR juga, udh masuk keranjang tapi blm di CO .

- Mentoring pengurus baru. Ini menurutku paling chalengging krn harus mengarahkan orang baru yang dia udah keren banget. BIasanya udah punya pemikiran senndiri. JAdi adalah carany gimana menyatukan pikiran kita untuk mendapat sousi terbaik.

3. Kuliah, hiiya hiya aku tulis terahir apa aritnya prioritas terakhir ?. Ga juga sih, tapi amanah yang ini membuat ku bretanya berulang sduah kah kulakukan karena ALlah? kneapa ya aku mengambil jalan ini. Pertanyaan itu muncul terus. heuu, 

Kalau mau lihat dokumentasi sibuknya aku nugas bareng mba alfi dan aktivitasku beralaknag lihat di telegram aja ya. Sedang maalah upload kesini karena kejar tayang nih. Mau tidur dulu besok kusi :). iya kuis MK seminar yang materinya banyak banget pertemuan sisfo walk itu huhu.

mau heran, tapi apakah Allah masih berkenan menolong :(

Rabu, 29 Januari 2025

Membangkitkan Semangat Beribadah

Sedikit catatan yang didapat dari kajian Ust. Hepi Andi Bastoni

Hal yang penuh persiapan akan berjalan maksimal. Karena itu persiapan menyambut bulan Ramadhan sangat penting agar dapat berjalan maksimal dengan semangat beribadah:

Pertama-tama kita perlu memahami bahwa Ibadah itu Tujuan Diciptakannya Manusia

- Manusia diciptakan untuk menyembah Allah

- Segala Aktivitas kehidupan dapat menjadi ibadah jika diniatkan karena Allah

- Ibadah bukan sekedar kewajiban, tetapi juga kebutuhan ruhani.

Sabtu, 12 Oktober 2024

Tauhidullah

 Assalamualaikum, berikut ini sedikit catatanku ketika mengikuti suatu kegiatan dengan tema materi Tauhidullah. Semoga bermanfaat.

Telah berkembang berbagai maca konsep tuhan. Dimana istilah 'Tuhan' sama-sama digunakan namun konsep setiap agama berbeda-beda. Dalam hal ini berarti makna yang dimaksud juga berbeda-beda. Kata "Tuhan" sendiri hanya merupakan suatu istilah. Adapun konsep yang berbeda-beda tentunya mempengaruhi kehidupan yang berbeda pula. 

Konsep ketuhanan itulah yang menjadi pembeda utama dari masing-masing agama dan menjadi unsurt utama pembentuk worldview seseorang. Pada konsep Ketuhanan Yunani kuno pada kitab Theogony yang ditulis Hesiod. Dimana menceritakan tentang perebutan kekuasaan di antara para dewa. Hal-hal yang terjadi ialah begitu tidak masuk akal karena lebih kurang dewa-dewi yang dianggap Tuhan ini memiliki sifat seperti manusia. Bahkan hal yang dilakukan melebihin kemanusiaan seperti berusaha membunuh anaknya sendiri, LGBT, perebutan kekuasaan untuk menjadi yang paling kuat dan hal lainnya yang bisa anda simak pada kisah dewa dewi Yunani Kuno. 

Senin, 01 Januari 2024

Muhasabah

 Assalamualaikum, tulisan ini sebenarnya berhubungan dengan tulisan-tulisan sebelumnya terkait muhasabah. Namun, materi kali ini kudapatkan dengan pembahasan yang lebih mendalam. Berhubung awal tahun 2024. Semoga aku bisa istiqomah untuk berbagi disini, setelah setahun tidak melakukan publikasi apapun. Semoga bermanfaat.

Muhasabah menurut KBBI memiliki arti interopeksi. Secara istilah : melakukan evaluasi terhadap kebaikan dan keburukan dirinya pada semua aspek kehidupannya (ibadah, pekerjaan, usia dll) 

Sebagai inspirasi Allah menunjukkan salah satu sifat/aktivitas orang beriman yaitu melakukan muhasabah baik melalui ayat maupun beberapa hadist berikut ini:

  1. "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS Al Hasyr : 18)

Sabtu, 12 November 2022

Ramadhan Produktif

Assalamualaikum teman, kali ini ada catatan kecil mengenai bulan Ramadhan dimulai dari keutamaannya dan bagaimana agar produktif. Selamat membaca

Allah mengetahui bahwa penugasan puasa ini, perlu motivasi pada jiwa manusia supaya bersemangat (selain mendapatkan manfaat dan hikmah). Sehingga dimulailah dengan panggilan penuh kecintaan kepada orang-orang mukmin. Kemudian ditetapkan bahwa puasa merupakan kewajiban sejak dulu bagi orang yang beriman kepada Allah dalam smua agama dan bahwa tujuannya yang pertama ialah mempersiapkan hati mereka untuk bertaqwa, menjadi lembut, sensitif dan takut kpd Allah. 

Insecure

Assalamualaikum teman, catatan saya hari ini mengenai insecure. Topik ini saya dengarkan pada salah satu agenda zoom meeting. Beliau membahas banyak tentang insecure dan yang saya tuliskan berikut ini ialah Kategori Insecure dalam Al-Quran, Faktor Penyebabnya, Bagaimana cara menerimanya dan Supaya tidak berlarut. Semoga catatan ini bermanfaat. Selamat Membaca.

Minggu, 15 Mei 2022

Bersegera Dalam Kebaikan

Fastabiqul Khairat 

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah, 2: 148)

Fastabiqul Khairat pada ayat ini ialah bersegera mentaati, menerima dan mengikuti perintah Allah Ta'Ala dan dalam konteknya untuk mengalihkan kiblat dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram.  

وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُوْنَ

“Dan untuk yang demikian itu hendaklah orang berlomba-lomba.” (QS. Al-Muthaffifin, 83: 26)

Di banyak hadits kita pun menemukan taujihat nabawiyah yang mendorong umat Islam untuk bersegera dan berlomba-lomba dalam beramal shalih. Misalnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا

“Bersegeralah melakukan amal-amal saleh (kebajikan). (Sebab) sebuah fitnah akan datang bagai sepotong malam yang gelap. Seseorang yang paginya mukmin, sorenya menjadi kafir. Dan seseorang yang sorenya bisa jadi mu’min, paginya menjadi kafir. Ia menjual agamanya dengan harga dunia.” (HR. Muslim)

بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ سَبْعًا هَلْ تَنْتَظِرُونَ إِلَّا فَقْرًا مُنْسِيًا أَوْ غِنًى مُطْغِيًا أَوْ مَرَضًا مُفْسِدًا أَوْ هَرَمًا مُفَنِّدًا أَوْ مَوْتًا مُجْهِزًا أَوْ الدَّجَّالَ فَشَرُّ غَائِبٍ يُنْتَظَرُ أَوْ السَّاعَةَ فَالسَّاعَةُ أَدْهَى وَأَمَرُّ

Segeralah beramal sebelum kedatangan tujuh hal, tidaklah kalian menunggu selain kefakiran yang membuat lupa, kekayaan yang melampaui batas, penyakit yang merusak, masa tua yang menguruskan, kematian yang menyergap tiba-tiba, Dajjal, seburuk-buruk hal gaib yang dinanti-nanti, kiamat dan kiamat itu sangat membawa petaka dan sangat pahit.“ (Sunan Tirmidzi No. 2228)

 سَابِقُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِۙ اُعِدَّتْ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَرُسُلِهٖۗ ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ - ٢١

Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (Qs Al-Hadid:2)

Tak Kenal Kata Bersantai Untuk Proyek-Proyek Kebaikan

- Bersegeralah untuk menggapai ampunan Allah dan surga-Nya. Surga yang luasnya melebihi langit dan bumi. Luasnya secara materi tak terukur, kenikmatannya limitless.

- Semuanya tersedia dan disediakan untuk kaum beriman yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, yang memiliki kredibilitas dan kesungguhan serta jiwa-jiwa kontributif.

Karunia Allah di akhirat sungguh tak bisa diukur atau bahkan diperkirakan. Allah memberikannya sesuai kehendak-Nya, mutlak tanpa ada yang bisa menghalanginya. Karena kekuasaannya tidak terbatas dan tiada bandingannya.

- Agar kaum beriman tetap fokus menyiapkan bekal kehidupan akhirat.


Kenapa ?

1. Waktu yang dimilii hanya saat ini, hari esok tidak kita ketahui dan yang telah berlalu tidak bisa diubah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kita,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌمِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Dua kenikmatan yang kebanyakan orang lalai di dalamnya; kesehatan, dan waktu senggang” (HR. At Tirmidzi no. 2304, dari shahabat Abdullah bin Abbas).

Ibnu Mas’ud pun pernah berkata,

مَا نَدِمْتُ عَلَى شَيْءٍ نَدَمِى عَلىَ يَوْمٍ غَرَبَتْ شَمْسُهُ نَقَصَ فِيْهِ أَجَلىِ وَلَمْ يَزِدْ فِيْهِ عَمَلِيْ

“Aku tidak pernah menyesali sesuatu. Penyesalanku hanyalah ada pada satu hari dimana mataharinya terbenam, berkurang pada hari itu umurku, akan tetapi tidak bertambah padanya amalku.”

2. Amal dikerjakan sendiri
Maka di akhirat nanti, setiap kita akan sibuk dengan urusan amal masing-masing. Allah Ta’ala berfirman,

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ (٣٤) وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ (٣٥) وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ (٣٦) لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ (٣٧)

“Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.” (QS. ‘Abasa, 80: 34 – 37)

Setiap kita harus mempertanggungjawabkan seluruh amanah yang ada di pundak kita masing-masing. Rasulullah shallallahu ‘ala‘hi wa sallam bersabda,

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ الْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا وَالْخَادِمُ رَاعٍ فِي مَالِ سَيِّدِهِ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Imam adalah pemimpin yang akan diminta pertanggung jawaban atas rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas keluarganya. Seorang isteri adalah pemimpin di dalam urusan rumah tangga suaminya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan rumah tangga tersebut. Seorang pembantu adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan tanggung jawabnya tersebut.” (HR. Bukhari No. 844)

3. Derajat seseorang tergantung kesungguhan merespon kebajikan dan mengamalkanya (ketaatan)

Allah Ta’ala berfirman,

تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An-Nisa, 4: 13)

4. Setiap waktu, ada aktivitasnya sendiri. Ibadah-ibadah yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala sebenarnya mengajarkan kepada kita untuk selalu melaksanakan amal tepat pada waktunya.

Berkaitan dengan perintah shalat Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa, 4: 103)

Berkaitan dengan perintah shaum Allah Ta’ala berfirman,

فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu…” (QS. Al-Baqarah, 2: 185)

Berkaitan dengan perintah haji Allah Ta’ala berfirman,

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ

“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi…” (QS. Al-Baqarah, 2: 197)

Berkaitan dengan perintah zakat Allah Ta’ala berfirman,

وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ

“…dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin)…” (QS. Al-An’am, 6: 141)


5. Kesempatan beramal seringkali diberikan oleh Allah Ta’ala hanya kepada orang dan waktu yang tertentu. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَ أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَ أَبْلاَهُ وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيمَا عَلِمَ

“Tidaklah bergeser telapak kaki bani Adam pada hari kiamat dari sisi Rabb-nya hingga ditanya tentang lima perkara; umurnya untuk apa ia gunakan, masa mudanya untuk apa ia habiskan, hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan, dan apa yang ia perbuat dengan ilmu-ilmu yang telah ia ketahui.” (HR. At-Tirmidzi no. 2416 dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani di dalam Ash Shahihah no. 947).

Wallahu A’lam.