Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 November 2019

Hidup Kaya Raya, Mati Masuk Surga

“Bercermin dari Borosnya para Sahabat Nabi” mereka kaya dan dermawan, ini sesuai dengan keinginan banyak orang yang bercita-cita menjadi orang yang kaya raya dan kelak jika meninggal bisa masuk surga, tapi mungkin kita masih galau antara mengejar materi atau ibadah, yang manakah yang harus diutamakan? Ritual ibadahkah, atau bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup?

Inspirasi sharing after work kali ini bakal membahas seputar kaya raya ala Ustman Bin Affan
[@masjidallathiif]

Adapun sharing ini disampaikan oleh Ust Dewa Eka Prayoga, berikut yang dapat dirangkum:

Setiap kita bertemu dengan orang lain, biasakan mengajukan dua kalimat ini :
1. "Apa yang bisa saya bantu ?" atau "Apa yang bisa kita sinergikan ?" . Pada setiap pertemuan niatkan untuk silaturahim  karena dibaliknya terdapat keberkahan dan rezeki
2. Mengambil ilmu beserta energi positif dari orang lain
3. Sinergi agar dapat bertumbuh bersama. (bisnis = mentoring)

Biasanya manusia sering mengeluh di awal, Padahal tinggal "Berbaik sangka kepada Allah SWT"
perlu kita ingat bahwa Allah sudah menjamin Rezeki,

Terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki,  yaitu:
1. Definisi Kekayaan : bukan tentang kondisi hidup, melainkan kondisi mental.
QS. Ali Imran : 34
QS. At-Taubah : 77
2. Lawan dari Kaya : bukan miskin, melainkan cukup.
3. bukan Nabung pangkal kaya, melainkan Sedekah pangkal kaya.

Kenapa muslim perlu Kaya Raya ?
1. Memudahkan dalam melakukan kebaikan/beramal : bersedekah menjadi lebih mudah misalnya menjadi donatur tentunya semakin banyak orang yang dapat ditolong
2. Tidak boleh hasad kecuali pada 2 orang : seperti pada hadits berikut, riwayat Abdullah bin Mas'ud r.a., ia berkata bahwasannya Nabi SAW, pernah bersabda,

لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الْحَقِّ وَآخَرُ آتَاهُ اللَّهُ حِكْمَةً فَهُوَ يَقْضِي بِهَا وَيُعَلِّمُهَا.  رواه البخاري.

tidak boleh ada rasa iri dengki kecuali kepada dua orang, yakni orang yang diberikan Allah harta, lalu ia membelanjakannya dalam kebenaran dan orang yang diberikan Allah suatu hikmah (ilmu), lalu ia menerapkannya dan mengajarkannya."(HR. Al-Bukhari)
Maka dari itu berlomba=lombalah dalam kebaikan. Dan bersedekah sebanyak-banyaknya seperti sahabat terdahulu yaitu Utsman, Umar, Abu Bakar dll yang berlomba-lomba mensedekahkan hartanya di jalan Allah SWT.
3. Sebagai amal Jariyah

PRINSIP Utsman bin Affan

  1. Saya terjun langsung
  2. Saya tumbuhkan
  3. Saya tidak meremehkan sekecil apapun keuntungan (bersyukur)
  4. Saya tidak mau membeli barang yang tua
  5. Desifikasi (menanam modal pada bisnis lain sehingga tidak hanya satu bisnis) : Halal - Berkah - Mulia
Abdurrahman bin Auf dan Utsman bin Affan tidak tanggung-tanggung dalam bersedekah

Aplikasi Sedekah:
  1. Sedekah pagi (rutinkan)
  2. Sedekah Jumat
  3. Sedekah Ramadhan (lipatgandakan)
  4. Sedekah ke Orang Tua
  5. Sedekah ke Anak Yatim
  6. Sedekah ilmu
  7. Sedekah dengan harta yang paling dicintai (QS. Ali Imran : 92)
Kaya itu penting, tapi Taqwa lebih penting

Senin, 04 November 2019

Bisnis Miliaran ala Abdurrahman Bin Auf

Assalamualaikum wr wb, Kajian yang saya dapatkan ini berlangsung di Masjid Al-Lathiif, Bandung. Dimana pematerinya ialah Dewa Eka Prayoga. Adapun sebelum memberikan materi, beliau mengingatkan supaya kita beryukur atas 4 macam nikmat, yaitu :
1. Islam
2. Iman
3. Sehat
4. Kesempatan

Setelah bersyukur dengan nikmat-nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT, perlu kita sadari bahwa selama berbisnis biasanya kita senang sekali mencontek. Namun mencontek yang kita lakukan sebagian besar tidak benar. Maka dari itu kita perlu mempelajari bagaimana mencontek yang benar. Biasanya yang dicontek: - Media promosinya : IG nya seperti apa, menggunakan endorse, bentuk iklannya dll - Barang yang dijualnya - dll Hal tersebut sebaiknya tidak dilakukan lagi dan perlu diubah cara menconteknya. Layaknya pohon, Sebaiknya mencontek bagian yang tidak terlihat (akar atau yang terkubur di tanah:
- pupuk : ejekan
- air : ilmu
- unsur hara : sedekah
- klihatan mata duitan, tapi yg tdk orang lihat keingunan beli rumah mobil motor tnpa riba, umroh, aedekah, haji dll Hal-hal yang perlu dipelajari (tapi bukan yang terpenting)
1. Model bisnis : dropsip, dll
2. Bisnis produksi : kripik pisang dll
Bagaimana orang mau membeli produk yang sama dengan perbedaan waktu? - tergantung cara promosi bisa diajak sebagai pemberian dll
3. Cara Jualan : jualan buku pk fCebook, pkaian muslim pk wa, rumah pk property, mobkl daeler, interior dll. Berbeda2 tiap produk utk cara jualnya.

Yg perlu DICATAT dan TERAPKAN ketika mencontek adalah :
1. Karakter : karakter pengusahanya, percaya diri ketika berbicara, optimis, meyakinkan, tka kenal menyerah, totalitas, komitmen, konsisten
2. Pemikiran : cara tahu dgn ngobrolan, tulisan,
3. Kebiasaan : dilihat tindakan/prilakyukesehariannya, sepekan baja buku, odoj, dhuha
4. Amalan : tanya aja, ,, stiap hari ngasih ansi bungkus dll,
Kesimpulan : tirulah "MODEL MANUSIA"nya

MOTIVASI : motivasi saat aku ingin menjadi milyarder, persiapkan diri, bayangkan di rekening terdapat uang milyaran.
NIAT
INTENSI
KECENDERUNGAN : kekayaan jika diberikan ke tangan orang sholeh maka akan memakmurkan sekitarnya.



BELAJAR dari Kisah Abdurahman bin Auf ketika hijrah ke Madinah, saat itu dipersaudarakan dengan orang Madinah dan ditawari harta, namun beliau berkata :
"Tunjukkan aku dimana pasar"
dari kalimat tersebut terdapat beberapa hal yang dapat kita pelajari.
1. memulai dari PASAR dulu baru produk.
2. memanfaakan ASET bukan modal (pikiran, pengalaman, skll, jaringan dll)
3. Who dulu baru what

"Saya tidak menjual dalam kondisi hutang" bayar cash, hutang boleh tapi budaya hutang tidak boleh. yang berbahaya Riba nya

"Untung kecil bukan besar"
1. profit oriented
tidak mencampuradukan antara niat jualan dan niat sedekah

"Saya tidak membeli barang cacat"
1. menjual barang berkualitas
2. produk memiliki market/pasar
3. sebelum closing menawarkan produk lainnya

Untung Penting, tapi BERKAH lebih penting
1. Perbanyak sedekah
2. Bisnis bukan bicara untung rugi, tapi bicara surge neraka

Demikiannlah sedikit rangkuman yang dapat saya bagikan, adapun saya ingin berterima kasih kepada teman yang menemani saya datiag ke kajian ini sekaligus membantu saya dalam melengkapi rangkuman ini dengan meminjamkan catan miliknya.