Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 November 2019

Harapanku untuk si "Kemenangan"

Assalamualaikum wr wb. 

Jika membaca judul tulisan ini, mungkin akan muncul pertanyaan apa itu "Kemenangan"?
Ya itu sebutan dalam Bahasa Indonesia saja. Supaya Judulnya lebih menarik. Maksud saya "Kemenangan" ialah Lembaga Dakwah Kampus Al-Fath Universitas Telkom yang saya pernah berada didalamnya selama 3 tahun (mungkin lebih). 

Sebelum menuju kepada harapan, saya ingin bercerita mengenai perjalanan saya melalui lika-liku jalan dakwah di kampus Telkom University tercinta. Ini akan sedikit Panjang, terkadang akan terdengar puitis, atau bercamput doa dan haru didalamnya. Memang kenyataannya seperti itu. Jadi mari persiapkan kesabaran pula untuk membaca dan mengambil yang baik-baiknya.

Saat itu ditahun 2015, sebagai mahasiswa baru disebuah universitas swasta yang jaraknya cukup jauh (Bali-Bandung). Saya memiliki banyak harapan, rencana dan ketakutan. Hal tersebut pastinya pernah juga dimiliki oleh teman-teman sesame perantau. Sebelum berangkat banyak sekali nasehat saya terima bukan hanya dari keluarga, bahkan teman orang tua juga. Salah satunya ialah berhati-hati dengan kota Bandung yang katanya terdapat pergerakan-pergerakan kurang baik tentang islam didalamnya. 
Tapi tentu saja hal itu tidak menjadi penghalang saya yang ingin belajar lebih dalam tentang ilmu agama. Bagaimana tidak ?. Tinggal di daerah dengan minoritas muslim ditambah ke'malasan' saya ini menjadi zona nyaman tersendiri untuk tidak menambah pengetahuan dalam rangka ketaatan kepada Allah SWT. Bandung yang berada di pulau jawa dalam pandangan saya mempunyai potensi tinggi untuk mendapat lebih banyak pengetahuan tentang islam. 

Sudah bukan hal yang aneh jika mahasiswa Telkom sudah saling mengenal sebelum masa registrasi di Kampus. Kami mempunyai ruang di group online untuk berkenalan dan saling bertukar informasi. saya tidak ingat dengan baik, tapi sepertinya dari sana pula pertama kali saya mengenal Al-Fath yang saat itu menyediakan perlengkapan untuk mahasiswa baru di kampus seperti seragam dan sepatu. membuat saya berpikir, sepertinya menyenangkan pengetahuan agama terjaga, bisnis juga berjalan. 

Dilanjutkan dengan masa orientasi mahasiswa yang saat itu disebut OMB (Orientasi Mahasiswa Baru). Saya benar-benar bangga dengan kampus saya ini, karena dilaksanakan subuh berjamaah oleh mahasiswa barunya. Dan disanalah saya melihat kakak-kakak yang menyejukkan dan mengenakan jaket dengan logo Al-Fath. Jaketnya jenis parka, terlihat cantik namun tetap berkarakter petualang. Mereka tersenyum dengan ramah, mengingatkan untuk menjaga wudhu, semangat. Disana saya berpikir kembali, jika bergabung dengan mereka pasti amankan, karena dibawahi oleh kampus. Maka darisanalah muncul niat walau baru dari hati. 

ISLAH 1, entah informasi dari teman, poster atau media online saat itu saya mengenal kegiatan ini. Salah satu kegiatan Pelatihan Kepemimpinan yang saat itu saya kira cukup menarik. Terdapat agenda pertemuan rutin dan outbound di akhir. Mengingat saya yang sebelumnya menyukai kegiatan Pramuka maupun PMR. Tentunya, membuat saya tertarik apalagi ketika didalamnya ialah orang-orang yang paham agama. Pasti bukan hanya ketahanan dan karakter diri saja yang terlatih. Tapi dalam prosesnya akan sesuai dan sejalan dengan ajaran Islam. 
Selama mengikuti kegiatan tersebut saya merndapat sangat banyak pengetahuan baru dan seperti tersadarkan. Jika tentang kepemimpinan saat itu salah satu yang tidak pernah saya dapatkan sebelumnya adalah kepemimpinan berkaitan dengan ayat 

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَ ۖ 
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi".. ..
(QS Al-Baqarah : 30)

"Hal ini benar-benar memotivasi saya untuk memahami kenapa sebagai manusia kita harus bersiap menjadi pemimpin dan tujuan diciptakan. Hal lain yang sampai saat ini masih membekas ialah penyampaian salah satu kakak yang sangat tegas. Saat itu, disampaikan setelah kami berjuang melewat berbagai permasalahan bersama kelompok. Dibuat berdiri berbaris rapih dan saya berada pada barisan paling depan saat itu. Jadi saya mendengar dan melihat dengan jelas ucapan beliau yang menguti perkataan dari Umar bin Khatab RA, yang kami ikuti sembari mengepalkan tangan:

"Jika ada 1000 orang yang membela kebenara, aku berada diantaranya. Jika ada 100 orang membela kebenaran, aku berada diantaranya. Jika ada 10 orang pembela kebenaran, aku tetap ada di barisan itu. Dan jika hanya ada satu orang yang tetap membela kebenaran, maka akulah orangnya"
Air mataku tumpah seketika saat itu, kulitku merinding, hatiku bergetar. Sungguh Allah menyaksikan perjanjian kami.

Al-Fath mengadakan 'Open Recruitment', saya mendaftar dan melakukan wawancara. Masih sangat melekat diingatan saya beberapa pertanyaan seperti "siap istiqomah dalam berhijab?" saya jawab dengan mantap. Namun ketika dihadapkan pada pemilihan divisi, "mau kalau dimasukkan ke dalam bidang kaderisasi ?"."tidak" dengan mantap pula. kemudian kakaknya bertanya "kenapa?"."Saya tidak siap mempertanggung jawabkan orang-orang yang bergerak dalam suatu organisasi. Dimana menurut tugas dari posisi tersebut adalah memastikan anggota dalam kondisi yang baik untuk melakukan kegiatan, tanggung jawab tersebut menurut saya terlalu besar dan tidak sesuai dengan saya yang masih harus memperbaiki diri sendiri sebelum memperhatikan orang lain. Saya lebih memilih berada di bidang akademik supaya dapat menunjang pula tugas utama saya sebagai mahasiswa di kampus" jawaban yang sungguh antara takut atau egois. Kenapa takut? karena sesungguhnya itu hanya ada dipikiran, belum pernah sama sekali saya mengetahui tugas sebenarnya bidang kaderisasi seperti apa. Dan egois karena saya berdakwah tapi saya memikirkan diri sendiri karena bidang akademik adalah yang menurut saya saat itu mempunyai kegiatan paling sedikit.  

Berjalan kepengurusan di tahun pertama, saya memang tipikal orang yang penurut dengan orang tua, yang lebih tua, lebih senior dll. Jadi secara umum tidak ada masalah signifikan karena selama diberi tugas saya melaksanakannya, hanya yang sulit berubah adalah pada bagian berbicara pada suatu forum yang masih sangat jarang saya lakukan. Sebagai pengurus fakultas saya juga menjadi panitia 2 dari 3 kepanitiaan besar di Al-Fath yaitu Ksatria PMB dan Share. Ya, saya memang telah berniat ingin belajar banyak dan memberi banyak manfaat. Sehingga saya telah bertekat harus memilih 2 dari 3. Akhirnya saya memilih menghindari kepanitiaan ISLAH 1 yang saat itu dibawahin oleh kaderisasi. (lagi-lagi saya menjauhi 'kaderisasi'). Sedikit spoiler 2 kepanitiaan ini saya ikuti pula pada tahun-tahun berikutnya pula.
Banyak sekali hal terutama pondasi keislaman maupun budaya yang terbangun dari keikutsertaan saya dalam Lembaga Dakwah ini. Yang tidak dapat saya tuangkan satu per satu. Semoga suatu saat nanti saya dapat menuliskannya dalam postingan lain.

Memasuki kepengurusan di tahun kedua, saya ditunjuk sebagai sekretaris bidang akademik yang bertambah tugasnya yaitu mengorganisir staff sekaligus menjadi wakil dari ketua bidang. Sejujurnya saya terharu, memang saya ini mudah tersentuh ya jadi menangis itu sudah menjadi hal yang tidak dapat saya tahan ketika suatu hal terjadi. Mungkin orang lain melihat, posisi ini tidak terlalu berat. Tapi, bagi saya yang mempunyai jiwa 'kekanak-kanakan', sedang dimanja, dimengerti dan diarahkan. Membuat masa ini benar-benar sulit. Dilain tempat selain Al-Fath saya mendapatkan 'kenyamanan-kenyamanan' yang saya biasa dapatkan. Dan hal tersebut membuat saya merasa tidak berhasil menyelesaikan amanah ditahun kedua ini. Menjelang kepengurusan saya berniat memberikan ikhtiar terakhir yang dapat saya dedikasikan untuk Al-Fath dengan berkontribusi dalam kepanitiaan Al-Fatih yang saat itu merupakan kegiatan rekruitasi pengurus melalui proses pembinaan dan evaluasi. Secara sederhana, dengan menjadi bagian dari divisi evaluasi pada kepanitiaan tersebut. Saya berharap mendapat bagian besar untuk menghasilkan calon pengurus yang lebih berkualitas (lebih dari saya sendiri tentunya) sebagai kado terakhir untuk Al-Fath.
Namun, qadarullah, teratur sedemikian rupa sangat lurus dan mudah sekali dilewati jalannya yang mengantarkan saya untuk tetap berlanjut di kepengurusan Al-Fath. Jalan yang disiapkan memang lulus, tapi lutut ini terasa begitu berat, semakin sering air menetes. Tapi saya menentang diri saya pula, siapa saya yang berani melanggar atau mengganti ketentuan-Nya? maka saya lanjutkanlah perjuangan di jalan ini. Sesuatu yang saya jadikan penguat saat itu ialah.

وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
"
Dia mengetahui segala sesuatu"


Sebagai Sekertaris Departemen Kaderisasi, beban amanah yang bertambah berkali-kali lebih lipat ternyata. Hoity, 'Kaderisasi' semoga teman-teman dapat memahami bagaimana perjuangan saya sebelumnya untuk menjauhi bidang ini dan bahkan telah berniat untuk pergi. Namun ayat ini seperti suatu jawaban.

و عسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وهُوَ خَيْرٌ لكَمْ وَعَسى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئا وهو شرٌّ لكم واللهُ يعلمُ وأَنْتُمْ لا تَعْلمُوْنَ

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216)


Dan Allah itu sungguh lebih mengetahui apa yang terbaik untuk ciptaan-Nya. Pada masa-masa awal kepengurusan, keluhan mengenai 'kurangnya' pemahaman, pengalaman tentang kaderisasi berulang-ulang bukan hanya terngiang tapi sering pula saya ucapkan di depan pengurus lain yang posisinya staff atau dibawah saya. Yang secara tidak saya sadari hal tersebut lebih baik untuk tidak diucapkan karena saya seharusnya mencontohkan yang lebih baik yaitu dengan menunjukan kesiapan saya untuk berjuang dan belajar tanpa mengeluh terlebih dahulu. 
Akibat dari masa-masa tahun ketiga ini, saya benar-benar terbuka tentang Al-Fath, saya benar-benar merasa masuk kedalamnya, merasakan berbagai rasa didalamnya. Permasalahan, Sumberdaya, Tujuan dan masih banyak lagi benar-benar saya pahami pada masa ini. Allah seperti tidak mengijinkan saya pergi sebelum mengenal dan tahu dengan baik JALAN DAKWAH yang ini, sebenarnya seperti apa.

Saya sangat malu dengan apa yang telah saya lakukan selama kepengurusan sebelum-sebelumnya, hal ini membuat saya termotivasi dan memiliki niat menjalankan dengan baik untuk melunasi atau mebayar kesalahan di masa lalu. Baru sadar, saya masih salah niat. Saya seperti masuk lebih dalam tapi tidak benar-benar masuk ke dasar. Tidak benar-benar ingin mewujudkan tujuan tertinggi. Melainkan hanya menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Hal tersebut terjadi begitu saja karena keterbatasan yang saya miliki. Waktu satu tahun benar-benar sangat singkat. Namun dengan kesingkatan itu, saya sangat bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan hidayahnya. 
Yang hingga sekarang saya masih peduli dengan Jalan ini (Al-Fath). 

Masih saja saya ingin mengetahui perkembangan dan pejuangnya punya kabar apa. Tapi banyak sekali perbedaan kondisi yang membuat saya lebih terbatas dan seolah hanya dapat melihat dari balik kaca.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jika ditafakuri lebih dalam, setiap yang saya lalui adalah terjadi hanya karena Allah SWT. Dia mengatur kegiatan saya di tahun pertama berada di bidang tersebut sembari menikmati aktifitas beradaptasi dengan kampus, dakwah dan mengejar akademik, ditahun kedua layaknya ujian antara memilih dunia dengan zona nyamannya atau dakwah yang bisa disebut tidak 100% berhasil melaluinya. Sebut saja puncak dari 'pemahaman' tentang ini yang Allah berikan ialah di tahun ketiga. Lebih dalam mengenai Al-Fath bukanlah sekedar organisasi. 

Setelah saya lakukan perbandingan diri saya setiap tahunnya. Hal lain yang menyebabkan saya 'paham' di tahun ketiga ini ialah karena 'kesungguhan'. 

Manusia itu memang harus diberi hukuman, ujian terlebih dahulu agar bersungguh-sungguh. Disitulah ujiannya, tidak akan ada hasil baik tanpa ujian yang dilewati dengan baik pula. 

Dari perjalanan yang telah saya lewati tersebut, saya mempunyai harapan yang tinggi dan sederhana. Untuk harapan tinggi masih saya simpan dalam doa, sedangkan yang sederhana ialah :
" Saya berharap, seluruh pengurus Al-Fath tidak lupa bahwa mereka merupakan seorang Da'i yang mengemban kewajiban untuk berdakwah, sekecil apapun, semudah apapun, selama itu berdakwah. Tetap harus Dilakukan "

Banyak sekali pastinya ayat, hadits, ataupun quotes yang meningkatkan semangat dalam berdakwah, yang salah satunya ialah "Islam pasti akan menang, tinggal kita memilih menjadi penonton atau menjadi yang memenangkannya"

Itulah kurang-lebih carita saya mengenai si "Kemenangan" , semoga ada yang dapat diambil dari tulisan ini. Dan menjadi pengingat pula bagi saya untuk bersyukur kepada Allah yang telah menyiapkan jalan ini. 

Aamiin YRA

Wassalamualaikum wr wb.

Kamis, 07 November 2019

Tabligh Akbar : Pribadi Unggul Untuk Indonesia Emas

Dalam Rangka Milad Perak Masjid Syamsul Ulum Universitas Telkom, diselenggarakan Tabligh Akbar dengan Tema "Pribadi Unggul Untuk Indonesia Emas" yang disampaikan oleh Ust. Abdullah Gymnastiar

berikut sedikit yang dapat saya rangkum:

🌼 Mengapa rasul diutus ke dunia ? 🌼

📚 Hadits : dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu,  Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ
Artinya: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan keshalihan akhlak.” (HR. Al-Baihaqi).

 • Jika ingin tahu orang yang paling benar pemahaman islamnya --> lihat akhlak.
• Ciri yang afdhal imannya --> orang yang paling mulia ahklaknya.
• Yang paling bagus ibadahnya --> cirinya akhlaknya

📌Karena ibadah itu bertujuan untuk akhlaknya yang sempurna.

• Rasul yang paling baik ibadahnya dll --> Terbukti akhlaknya paling sempurna

📍Masalah paling penting = akhlak. 📍

🎭 contoh : orang ingin dapat jodoh yang paling diperhtikan ialah akhlak, buat apa rupawan, pintar, kaya tapi tanpa akhlak yg baik.

• jika akhlak tidak baik maka berpolitik, ekonomi, teknologi jadinya akan jahat.

📚Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ
“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599)

🎭 Perumpamaan air mineral dalam botol, ketika isinya diganti jus, isinya diganti madu harganya berubah. Maka yang bernilai adalah isinya.

• Sedangkan orang sibuk memperbaiki casing,Title hebat2, tapi mencuri?.

📍Masalah kita -->  fokus casing.📍

🎭  Ibu-ibu ebih khusyuk ketika berdandan daripada melaksanakan shalat

• Banyak orang ingin kelihatan bahagia,  lapang rumahnya daripada lapang hatinya.


💙💙💙 Hati dibagi menjadi 3 💙💙💙

💙 Qolbun Mayyit ( Hati yang Mati)
tidak bisa di tata, ajak diskusi, membedakan yang salah &  benar. Tidak bisa menjadi orang benar karen yang diterima hanya nafsu. Kehidupannya hanya untuk satu : nafsu. Sedangkan Nafsu berseberangan dengan perintah Allah SWT. Bisa jahat lebih keji dari binatang. Karena manusia pakai akal.

💙 Qolbun Maridh ( Hati yang Sakit )
mirip badan yang sakit. Tidakk enak hidupnya, jika organ-organnya ada yang sakit, walaupun punya mobil bagus dll. Apalagi hati sakit... Berapa banyak orang sehat kemudian bunuh diri ? Semakin byk penyakit hati maka waktu habis karena tidak enak dan tidak sempat untuk berprestasi atau beramal. salah satu cirinya : tidak mau mengakui kesalahan. Atau termasuk dalam hati yang sakit.

💙 Qolbun Salim ( Hati yang Selamat:Sehat)
bening, bahagia, mulia, anteng hidupnya. Susah, senang, dipuji, caci, ada, tiada, diturunkan, didekati, dihindari, tetap anteng. Ajaibnya..
📚Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)


🌼 Inilah orang yang paling unggul. 🌼

📚 Dari Abdillah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
“Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : ‘Maukah kamu aku tunjukkan orang yang diharamkan neraka baginya?’ Para sahabat menjawab : Tentu saja, wahai Rasulullah!’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : ‘(Haram tersentuh api neraka orang yang) Hayyin, Layyin, Qarib, Sahl!’ “(HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Al-Albani)

1. Hayyin : orang yang secara lahir & batin tenang-menenangkan, teduh-meneduhkan, tidak tempramental, kalem-ajeg, dan berefek ke orang disekitarnya.

2. Layyin : orang yang lembut, sopan, santun, sangat suka kebaikan, berbuat baik orang lain tidak merasa di bodohi/diatur tapi orang lain tersebut mau berubah .

3. Qorib: dekat, enak sekali kalau ketemuan, hangat, supel dan ngangenin, batin puas dan ingin bertemu kembali

4. sakha : mudah, tidak mencari-cari kesalahan, solusi gmpang, enteng,


Pengertian ke 4 orang tersebut:

1. Hayyin - banyak dzikrullah
📚Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28).
📌 setiap berpikir sambil melakukan dzikir~ : dzikir terus karena otak mikir terus.
• Kalau ada msalah ambil air wudhu sholat mohon ampun ke Allah.
🎭 istri diselingkuhi kemudian mohon ampun karena lebih ingin dekat suami daripada Allah dll.
🎭 ada daerah trkenal pda takut istri. sebelum menikah seperti singa, setelah menikah jadi kucing. Hadapi saja dengan sabar dan sholat. Sebelhm sholat tobat, tahan dengan sabar dlu.
📚Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ {45} الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلاَقُوا رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Rabb-nya, dan bahwa mereka akan kembali kepadaNya. [al Baqarah/2 : 45-46].

2. Layyin - Kasih Sayang
🎭 singa yang takluk oleh seorang ibu karena  kasih sayang & ketulusan yang menghasilkan kelembutan selama merawatnya.
• Dosen mengajar butuh kasih sayang.
• Menghindari salah paham radikalisme, ubah semangat kita berislam menjadi lebih rahmatan lul alamin. Tidak perlu terlalu kelihatan berkobar.
📌 "Sayangi yg di bumi maka yang di langit akan menyayangimu"

3. Qorim - Rendah hati
Makin diri merasa lebih makin maka tidak nyaman. menyebut-nyebut jasa diri membuat tidak qorim.

4. Sakha :- Mudah
Mudahlah hidup ini,
🎭 ada yang kentut bersyukur organ dpt mendeteksi, khusnudzon orgnya sdh menahan
🎭 ada tulisan/postingan orang lain malah marah-marag padagak selaw aja dengan yang dilakukan orang lain. Tetaplah berbaik sangka.

Minggu, 03 November 2019

AMANAH

Assalamalaikum Warahmatulahi Wabarakatuh,

Teman-teman kali ini saya ingin membagikan ilmu yang saya dapat ketika mengikuti kajian di kampus yaitu tentang Amanah. Materi ini tepat banget, karena di kampus saya memang saat ini masanya ialah banyak mahasiswa yang takut maupun lupa dengan amanahnya. Jadi, semoga saja dengan mendapatkan ilmu ini, kita semua dapat saling memperbaiki dan menjadi manusia yang lebih baik disisi-Nya.

Al AMANAH

Sebelum masuk kesana, kita ketahui bahwa nabi Musa diberi amanah, pada surat Thaha diceritakan 
(satu titik dimana nabi musa diberi amanah pergi ke Firaun karena sesungguhnya Firaun sudah melampaui batas alias di beri amanah untuk mendakwahi Firaun) 
sedangkan sbelumnya nabi musa semasa kecil pernah tinggal dengan firaun dan pernah menyakitinya, menjadi buronan karena tidak sengaja membunuh orang bani israil, sampai melarikan diri ke madian, menikah, kemudian beberapa tahun berikutnya turun perintah untuk mendakwahi firaun. Keras dn dzolimnya firaun sangan terkenal. Saat itu nabi musa merasa berat yg tergambar dalam ayat selanjutnya. yaitu, Kemudian beliau berdoa "robgli syrohli..". Nabi musa saat itu sangat takut.




Hasil gambar untuk doa nabi musa


📍Pengertian Secara bahasa : - Al Wada' (setua dalam memenuhi) - Wadl'ah (titipan) Secara istilah Syar'i : - Memelihara dan menunaikan hak setiap yang dititipkan kepadanya - Setiap yang dibebankan/"dititipkan" kepada manusia dari Allah Ta'ala Amanah adalah menyampaikan hak apasaja kepada pemiliknya. Tidak mengambil sesuatu melebihi haknya dan tidak mengurangi hak orang lain. Baik berupa harga maupun jasa. Amanah merupakan hak bagi mukallaf yang berkaitan dengan hak orang lain untuk menunaikannya karena menyampaikan amanah kepada orang yang berhak memilikinya merupakan suatu kewajiban. "Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah-amanah kepada pemiliknya dan apabila kalian menetapkan hokum di antara manusia hendaklah kalian menetapkan hokum dengan adil" (QS. An-Nisa : 58)


📍Amanah & Keimanan

Salah satu karakter orang mu'min : - QS Al-Mu'minuun : 8 - QS Al-Anfal : 27

- Rasulullah bersabda, "Tidak ada iman bagi orang yang tidak amanah dan tidak ada gama bagi orang yang tidak memegang janji:. (HR. Ahmad) - Abu Hurairah RA meriwayatkan, bahwa Rasullullah SAW bersabda, "Tanda-tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara ia berbohong, jika berjanji ia ingkar, dan jika diberi amanat ia berkhianat" (Muttafaq Alaihi) Kemampuan seseorang untuk mengemban amanah sangat dipengaruhi oleh kualitas keimanannya kepada Allah SWT: Sejauh mana quwwatu shilah billahnya dan sekuat apa ia bersandar kepada Allah SWT.


📍Mengapa Sifat Amanah itu Penting? 1. Tanda keimanan seseorang 2. Setiap kita memikul amanah dan akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah tersebut. "Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang iman adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabanya. Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya, dan ia pun akan dimintai pertanggungjawaban. Seorang Budak juga pemimpin atas harta tuannya dan ia juga akan dimintai pertanggungjawabannya. Sungguh setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya" (H.R. Bukhari 4789) 3. Sifat para rasul dan hamba-hamba Allah yang mulia Nabi Nuh berkata bahwa beliau adalah seorang rasul kepercayaan. (QS. Asy-Syu'ara:107) Nabi Hud berkata bahwa tidak ada kekurangan akal sedikitpun, namun beliau adalah utusan Tuhan dan menyampaikan amanat serta pemberi nasehat yang terpercaya. (QS. Al-A'raf:67-68) 4. Kekayaan hakiki melebihi dunia dan seisinya "Empat hal jika dia ada dalam dirimu, engkau tidak merugi walaupun kehilangan dunia: Menjaga amanah, berkata dengan jujur, berakhlak mulia dan menjaga makanan (dari yang haram)."(HR.Ahmad) 5. Salah satu kunci sukses dalam beramal "Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Wahai ayahku ambillah ia sebgai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil untuk bekerja, (pada kita) ialah orang yang kua lagi dapat dipercaya' ".(QS. 28:26) "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hokum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah maha mendengar lagi Maha Melihat." (QSQ. An-Nisa':58)
📍Mencangkup Apa Sajakah Amanah itu ? 1. Amanah fitrah : sejak lahir telah melekat. Yaitu beribadah dan beriman kepada Allah SWT
2. Amanah atas diri sendiri : segala hal (penglihatan, pendengaran dan hati akan dimintai pertanggungjawaban) dengan menjaga pandangan, lusan, rahasia, merawat dan menumbuhsuburkan hidayah dalam hati, Menjaga diri dari hal yg sia2, menjaga seluruh anggota tubuh dalam ketaan dan mengikhtiarkan qowwiyul jism

3. Amanah ilmu : disebarkan Rasul SAWm mengancam orang yang menyembunyikan ilmu, "Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu lalu ia menyembunyikannya, maka Allah akan mengekangnya dengan kekangan api neraka, pada hari kiamat nanti."(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi) 4. Amanah Harta :ditunaikan bagi yang sudah memenuhi wajib zakat dan dinafkahkan bagi keluarga (khususnya bagi ikhwan) "Satu dinar yang engkau belanjakan di jalan Allah SWT, satu dinar yang engkau keluarkan untuk membebaskan Budak, satu dinar yang engkau sedekahkan kepada seorang miskin dan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu, maka yang paling besar pahalanya dari semua nafkah tersebut adalah satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu."(HR. Muslim)
5. Amanah Dakwah dan Berjuang di Jalan Allah SWT "Dan hendalah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung."(Ali Imran: 104) "Siapa yang melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman."(HR.Muslim) 6. Amanah Kekuasaan / Kepemimpinan "Setiap pengkhianat akan mendapatkan bendera di belakang (bokong). Panjang dan pendek bendera tersebut sesuai dengan kadar penghianatannya. Ketahuilah bahwa penghiyanatan yang paling besar adalah penghianatan seorang pemimpin terhadap rakyatnya." (HR. Bukhari) Suatu ketika, Abu Dzar RA menghadap kepada Rasulullah SAW dan meminta jabatan, "Wahai Rasulullah jadikan-lah saya sebagai pemimpin", maka Rasulullah menepuk pundaknya sambal berkata, "Wahai Abu Dzar sesungguhnya engkau orang yang lemah dan kepemimpinan itu adalah amanah, dia diakhri kiamat nanti merupakan penyesalan dan kesedihan, kecuali yang mengambilnya dengan haknya dan menunaikan semua kewajiban didalamnya."(HR.Muslim) 7. Amanah Kerja Professional Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kebaikan pada segala sesuatu.."(HR.Muslim) "Sesungguhnya Allah menyukai jika melakukan perbuatan dilakukan secara itqan (sempurna)."(HR. Al Baihaqi) 8. Amanah Keluarga "Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungajwaban atas yab dipimpinnya. Imam adalah pemimpin yang akan diminta pertanggungkawaban atas rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin dan akan dimintai pertangungjawaban atas keluarganya. Seorang isteri adlaah pemimpin dalam urusan rumah tangga suaminya, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas urusan rumah tangga tersebut. Seorang pembantu adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan tanggung jawabnya tersebut" (HR. Bukhari No. 844)



📍Macam - macam Amanah 1. Amanah manusia terhadap Tuhan, yaitu semua ketentuan Tuhan yang harus dipelihara berupa melaksanakan semua perintah Tuhan dan meninggalkan semua laranganNya. Termasuk di dalamnya menggunakan semua potensi dan anggota tubuh untuk hal-hal yang bermanfaat serta mengakui bahwa semua itu berasal dari Tuhan. Sesunffuhnya seluruh maksiat adalah perbuatan khianat kepada Allah Azza wa Jalla. 2. Amanah manusia kepada orang lain, diantaranya mengembalikan titipan kepada yang mempunyainya, tidak menipu dan berlaku curang, menjaga rahasia dan semisalnya merupakan kewajiban terhadap keluarga, kerabat dan manusia secara keseluruhan. Termasuk pada jenis amanah ini adalah pemimpin berlaku adil terhadap masyarakatnya. 3. Amanah manusia terhadap dirinya sendiri, yaitu berbuat sesuatu yang terbaik dan bermanfaat bagi dirinya baik dalam urusan agama maupun dunia, tidak pernah melakukan yang membahayakan dirinya di dunia dan akhirat. 4. Amanah terhadap lingkungan, berupa memakmurkan dan melesterikan lingkungan (QS 11:61), tidak berbuat kerusakan di muka bumi (QS 7:85). Eksploitasi terhadap kekayaan alam secara berlebihan tanpa memperhatikan dampak negatifnya seperti rusaknya ekosistem, illegal loging, illegal maning dan pemburuan binarang secara liar. Sehingga berakibat berbagai bencana seperti longsor dan banjir yang berdampak merusak tatanan social kehidupan manusia.


📍Bagaimana Menumbuhkan Sifat Amanah ? 1. Fokus bertransaksi dengan Allah SWT saja - kuatkan quwwatu shilah billah - sering-sering mengingat orientasi/goal dari semua yang dikejar -> pastikan konvergen kepada Allah SWT - Jangan menambah berat amanah dengan beban-beban lain 2. Berusaha melapangkan jiwa atas amanah yang dipikul 3. Fokus pada proses amal, bukan pada hasil 4. Rutinkan muhasabah diri 5. Berkumpul Bersama komunitas yang sama-sama berusaha amanah Sumber : - Kajian - Buletin bulanan Al-Fath FIF (Maret 2017)

Senin, 30 September 2019

Masih tentang Aqidah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hampir disetiap waktu ketika kita bersyukur kepada Allah, disematkan pula harapan supaya mendapat syafaat dari Rasul (Nabi Muhammad SAW). Padahal sejatinya hanya Allah yang dapat memberi. Namun, Rasul diberikan hadiah khusus yaitu dapat menyarankan siapa saja hambanya yang pantas untuk mendapar syafaat dari Allah SWT.

Sebelumnya telah dibahas tentang memurnikan kembali aqidah kita, yaitu bagaimana bahwa islah merupakan sistem hidup dan seperti nafas yang tidak dapat dipisahkan dengan kita.

Muhammad Natsir, seorang ulama, pejuang kemerdekaan dan seorang politisi muslim jempolan pernah berucap "Islam beribadah, akan diibiarkan, Islam berekonomi, akan diawasi, Islam berpolitik, akan dicabut seakar-akarnya". Beliau mengungkapkan hal tersebut ketika negeri ini di ambang krisis kehancuran akibat ulah elite yang ingin mengubah ideologi negara.

Maka, tak perlu terkejut jika saat ini kita menemukan ada tokoh yang menolak poligami dan aturan islam lainnya. Dimana kita tahu bahwa poligami sendiri diperbolehkan. Hukum Islam tidak melarang hal tersebut. Sehingga merupakan kewajiban kita sebagai muslim untuk menaati hokum tersebut dan tidak melakukan hal yang bertentangan seperti menolak poligami.

Semua yang dilakukan oleh Rasul (Nabi Muhammad SAW) ialah berdasarkan wahyu, termasuk ketika rasul memtuskan untuk menikahi 'Aisyiyah yang sekarang dijadikan senjata bagi kaum munafik/kafir untuk menyerang rasul karena menikahi 'Aisyiyah yang sangat muda. Padalah yang dilakukan semuanya ialah perintah dari Allah SWT.

Pada saat 3 tahun sebelum Rasul memutuskan untuk hijrah ke Madinah. Rasul telah menyiapkan segalanya. Saat itu, ialah masa Haji di Mekkah. Haji dilakukan oleh banyak umat yang melanjutkan syariat dari zaman nabi Ismail AS. Bani Hasyim merupakan Bani paling terhormat yang mendapat tugas memberi jamuan bagi tamu Allah yang melaksanakan haji pada musim haji. Terdapat 6 pemuda dari Madinah yang Rasul jamu dan diberikan pengetahuan serta diskusi mengenai islam sehingga mereka menyebarkannya di Madinah.

Kala itu, kondisi Madinah lebih memprihatinkan dibanding Mekkah. Karena terdapat banyak bangsa alias heterogen berbeda dengan Mekkah yang hanya diisi oleh beberapa Kaum. Terdapat suku Arab Badui, Yahudi, Nasrani, dll. Walaupun begitu, setahun setelah 6 pemuda tadi menyampaikan risalah islam di Madinah, datanglah 12 orang yang berbai'at untuk beriman kepada Allah dan Rasul. Baiat selanjutnya disebutkan 70 orang yang datang untuk menjalankan ibadah Haji.

Banyak yang telah beriman. Namun, belum mengetahui tentang syariat, sehingga di utus lah ….. untuk memberi pelajaran kepada muslim di Madinah. Termasuk mengkondisikan agar Madinah siap untuk dijadikan tempat Hijrah.

… dipilih karena dari golongan terpelajar yang secara retorika cara penyampaian dan mengajaknya sangat meyakinkan. Sedangkan yang lainnya focus bertahan di Mekkah selama 2 tahun sebelum Hijrah.

Sampai disini kita dapat menyimpulkan bahwa berjamaah merupakan sebuah keniscayaan ketika kita paham betul tentang syumuliatul Islam. Ketika kita berpikir ujung dari tujuan ialah bagaimana mewujudkan Rahmatan lil Alamin di semesta, tidak akan bias dicapai sendirian. Ingin sehebat apa? ketika perorangan ditanya hadist saja masih banyak yang tidak hafal. Disanalah pentingnya untuk ber"Kolaborasi"

Minggu, 17 Maret 2019

Parade Heroik Pembebas Palestina

buku ini ditulis oleh Nurjanah Hulwani

berikut bagian belakang buku memaparkan pesan-pesan dari beberapa tokoh tentang buku ini. 

Nurjanah Hulwani adalah salah satu dari sedikit perempuan Indonesia yang menghabiskan usia dan upaya hingga harta dan raganya untuk membela perempuan Palestina dan anak-anak melalui Lembaga Adara Relief Internasional. Dalam buku Parade Heroik Pembebas Palestina, ia menuangkan mutiara perasaan dan perjuangannya, yang berawal dari unggahannya di Facebook tentang aksi Great Return March 2018, tentang keberanian yang dimiliki warga Gaza, kesabaran, dan keteguhan mereka menghadapi tekanan blokade Zionis Israel.
Bachtiar Nasir - Ketua Umum Koalisi Indonesia Bebaskan Baitul Masjid

Terima kasih kepada saudariku yang mulia, Nurjanah Hulwani, atas segala usaha dan karya yang sangat mengagmkan ini, dalam rangka mendukung penyelesaian permasalahan Palestina, serta atas keberpihakannya kepada para perempuan dan anak-anak Palestina agar bias mendapatkan hak dan mencapai masa depan mereka.
Nasif Nasir - Anggota Ulama Palestina Luar Negeri

Buku yang disusun Nurjanah Hulwani dengan judul Parade Heroik Pembebas Palestina ini patut dibaca, diresapi, dan dihayati maknanya. Buku ini adlaah potret nyata tentang kehidupan bangsa Palestina yang dijajah oleh Zionis Israel selama 70 tahun. 
Soeripto - Ketua Umum Komite Nasional untuk Rakyat Palestina

Adapun buku ini diterbitkan oleh Gema Insani

Betul sekali, tentang semua pesan dari beberapa tokoh tersebut. Buku ini dapat menjadi edukasi tersendiri untuk masyarakat Indonesia khususnya yang belum mengetahui informasi yang terjadi di bumi Palestina. Perjuangan, pertumpahan darah, pengorbanan dan hal lainnnya yang terjadi disana penting untuk kita ketahui. Kesadaran akan tumbuh karena apa yang terjadi di Palestina, bukan hanya permasalahan agama, tapi 'kemanusiaan'. Kita tidak boleh membiarkan Palestina berjuang sendirian.

Great Return March 2018, pawai Kepulangan Akbar ini bertujuan. Pertama, menuntut hak para pengungsi untuk ke tanah air dan mengambil kembali hak mereka atas tanah yang dirampas Pemerintah Israel dengan UU Kepemilikan Tanah Tidak Bertuan tahun 1950, serta menerapkan poin 11 Resolusi PBB no. 194. Kedua, menghentikan blockade GAZA yang berlangsung selama 13 tahun sejak 2016. Dipaparkan dalam buku ini bahwa kegiatan pawai akbar ini mengambil tema yang berbeda-beda setiap pekan di hari Jumat. Indonesiapun Hadir. 

Beberapa kisah heroik pejuang cilik dan perempuan Palestina dalam buku ini sangat memotivasi dan dapat menyadarkan diri tentang menjalani kehidupan. Perjuangan mereka sepatutnya kita jadikan pula sebagai tolak ukur dan dicontoh. Sungguh mengagumkan dan beruntungnya mereka yang berada pada posisi tersebut. Dengan keimanan yang kuat, semoga mereka mendapat sisi yang baik dari Allah. 

Saat itu, Adara Relief Internasional mengadakan Bedah Buku ini dan Temu Pemuda Pembebas Palestina di kampus. Berbagai dokumentasi kejadian Palestina dan cerita dari Pemuda tentang perjuangannya sejak di bangku Kuliah. Sungguh, melihat beberapa peserta menitikkan air mata menandakan bahwa kemanusiaan masih ada dalam diri mereka. Kita sebagai bangsa Indonesia, khususnya mahasiswa yang mungkin belum mampu untuk membantu secara langsung untuk pergi ke sana maupun menyumbangkan dana. Hal yang dapat kita lakukan adalah belajar dengan giat sehingga apa yang kita dapat kelak dapat bermanfaat pula untuk Palestina. Melalui doa-doa yang dipanjatkan untuk saudara muslim kita. Karena doa tak dapat diremehkan. Cara lain dapat dilakukan dengan memberi edukasi terkait Palestina sehingga kesadaran masyarakat meluas akan 'kemanusiaan' dan kewajiban untuk menunaikan hak saudara kita yang membutuhkan.

Demikian sedikit, yang dapat dipaparkan mengenai buku Parade Heroik Pembebas Palestina karya Nurjanah Hulwani, untuk lebih lengkap dan ingin memahami lebih dalam dapat membaca langsung bukunya.

Terima Kasih




Jumat, 15 Maret 2019

Manajemen Waktu

Melakukan manajemen waktu merupakan suatu hal yang rumit. Dalam keseharian, sangat sering saya berusaha melakukan manajemen waktu yang baik. Informasi maupun pengetahuan tentang hal ini saya dapatkan berkali-kali. Seperti bertanda bahwa Allah menegur saya karena manajemen waktu yang saya lakukan masih kurang tepat. Atau bertanda pula pertolongan dari Allah akibat saya yang masih kewalahan menjalani keseharian. Hal ini saya anggap rumit, karena terlalu banyak hal yang dilakukan dan dipertimbangkan. 
Urusan manusia sangat banyak, sedangkan waktu yang dimiliki sedikit. Karena hal inilah perlu dilakukannya manajemen waktu.


jagad.id


Hasan Al Bashri mengatakan,
ابن آدم إنما أنت أيام كلما ذهب يوم ذهب بعضك
Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.”[1]
maksudnya berarti ketika kita melewatkan hari dengan sia-sia (hilang) maka hilanglah sebagian dari diri kita. Siapa yang ingin kehilangan sebagian dari dirinya sendiri ? Tentu tidak ada yang menginginkannya. 

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
«لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ»
Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya[3]
dari sini, mari kita renungkan, jika saat ini juga pertanyaan itu diajukan kepada diri. Apa jawaban kita, sudah cukup kah ? mari berbenah menyiapkan jawaban terbaik Saya sepakat bahwa cobaan bagi orang yang beriman bukan sekedar menjauh dari melakukan kemaksiatan. Tapi ujiannya adalah menghindari lalai dalam memanfaatkan waktu yang dilakukan tidak untuk mengingat Allah SWT.
Bagaimana cara mengoptimalkan waktu, supaya kita sebagai umat muslim juga dapat lebih bermanfaat dan tidak tertinggal dengan umat yang lainnya? Berbicara mengenai manajemen waktu, kita akan belajar 'Fiqh Prioritas'

Berikut, hal yg perlu diprioritaskan :
- Mendahulukan yang penting & mudah dilakukan. - Mendahulukan yang waktunya singkat
- Mendahulukan yang manfaatnya lebih banyak
- Mendahulukan urusan yang mendesak (kalau terlambat kesempatan habis)
- Mendahulukan urusan yang penuh keutamaan

Kemudian, untuk kondisi sangat padatnya kesibukan diri :
- Mendahulukan kepentingan agama daripada dunia
- Mendahulukan syariat yg terkait dengan hati / badan
- Mendahulukan akhlak & jiwa atas keterampilan fisik
- Mendahulukan menuntut ilmu atas usaha / bisnis
- Mendahulukan ilmu agama atas syariat ilmu dunia
- Mendahulukan yg wajib atas sunah
- Sama2 wajib dahulukan yg besar pahala & keutamaannya
- Jika keduanya Wajib syariat bersamaan dahulukan yang waktunya akan.hilang kalau terlewat.

 mendahulukan urusan akhirat dibanding urusan dunia

Demikian sedikit 'sharing' yang saya dapatkan dari kegiatan kemarin. Semoga bermanfaat, jika ada kritik maupun saran silahkan tulis di komen ya,
Saya sangat beterima kasih