Senin, 30 September 2019

Masih tentang Aqidah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hampir disetiap waktu ketika kita bersyukur kepada Allah, disematkan pula harapan supaya mendapat syafaat dari Rasul (Nabi Muhammad SAW). Padahal sejatinya hanya Allah yang dapat memberi. Namun, Rasul diberikan hadiah khusus yaitu dapat menyarankan siapa saja hambanya yang pantas untuk mendapar syafaat dari Allah SWT.

Sebelumnya telah dibahas tentang memurnikan kembali aqidah kita, yaitu bagaimana bahwa islah merupakan sistem hidup dan seperti nafas yang tidak dapat dipisahkan dengan kita.

Muhammad Natsir, seorang ulama, pejuang kemerdekaan dan seorang politisi muslim jempolan pernah berucap "Islam beribadah, akan diibiarkan, Islam berekonomi, akan diawasi, Islam berpolitik, akan dicabut seakar-akarnya". Beliau mengungkapkan hal tersebut ketika negeri ini di ambang krisis kehancuran akibat ulah elite yang ingin mengubah ideologi negara.

Maka, tak perlu terkejut jika saat ini kita menemukan ada tokoh yang menolak poligami dan aturan islam lainnya. Dimana kita tahu bahwa poligami sendiri diperbolehkan. Hukum Islam tidak melarang hal tersebut. Sehingga merupakan kewajiban kita sebagai muslim untuk menaati hokum tersebut dan tidak melakukan hal yang bertentangan seperti menolak poligami.

Semua yang dilakukan oleh Rasul (Nabi Muhammad SAW) ialah berdasarkan wahyu, termasuk ketika rasul memtuskan untuk menikahi 'Aisyiyah yang sekarang dijadikan senjata bagi kaum munafik/kafir untuk menyerang rasul karena menikahi 'Aisyiyah yang sangat muda. Padalah yang dilakukan semuanya ialah perintah dari Allah SWT.

Pada saat 3 tahun sebelum Rasul memutuskan untuk hijrah ke Madinah. Rasul telah menyiapkan segalanya. Saat itu, ialah masa Haji di Mekkah. Haji dilakukan oleh banyak umat yang melanjutkan syariat dari zaman nabi Ismail AS. Bani Hasyim merupakan Bani paling terhormat yang mendapat tugas memberi jamuan bagi tamu Allah yang melaksanakan haji pada musim haji. Terdapat 6 pemuda dari Madinah yang Rasul jamu dan diberikan pengetahuan serta diskusi mengenai islam sehingga mereka menyebarkannya di Madinah.

Kala itu, kondisi Madinah lebih memprihatinkan dibanding Mekkah. Karena terdapat banyak bangsa alias heterogen berbeda dengan Mekkah yang hanya diisi oleh beberapa Kaum. Terdapat suku Arab Badui, Yahudi, Nasrani, dll. Walaupun begitu, setahun setelah 6 pemuda tadi menyampaikan risalah islam di Madinah, datanglah 12 orang yang berbai'at untuk beriman kepada Allah dan Rasul. Baiat selanjutnya disebutkan 70 orang yang datang untuk menjalankan ibadah Haji.

Banyak yang telah beriman. Namun, belum mengetahui tentang syariat, sehingga di utus lah ….. untuk memberi pelajaran kepada muslim di Madinah. Termasuk mengkondisikan agar Madinah siap untuk dijadikan tempat Hijrah.

… dipilih karena dari golongan terpelajar yang secara retorika cara penyampaian dan mengajaknya sangat meyakinkan. Sedangkan yang lainnya focus bertahan di Mekkah selama 2 tahun sebelum Hijrah.

Sampai disini kita dapat menyimpulkan bahwa berjamaah merupakan sebuah keniscayaan ketika kita paham betul tentang syumuliatul Islam. Ketika kita berpikir ujung dari tujuan ialah bagaimana mewujudkan Rahmatan lil Alamin di semesta, tidak akan bias dicapai sendirian. Ingin sehebat apa? ketika perorangan ditanya hadist saja masih banyak yang tidak hafal. Disanalah pentingnya untuk ber"Kolaborasi"

Kamis, 26 September 2019

Kenapa Kita Perlu Melek dengan Kondisi Negara ?

Banyak masyarakat apatis yang tak mempedulikan urusan negara. Bahkan informasi tentang keadaan di negaranya pun tidak diperhatikan. Sikap ini muncul akibat tidak paham alasan dari 'Kepedulian kita terhadap Negara'. Sebagai umat muslim yang mempunyai pedoman yaitu Al-Qur;an dan Teladan yang baik dalam berbagai bidang yaitu Rasul Muhammad SAW. Perlu paham dengan baik, kenapa peduli pada negara ialah suatu 'keharusan'. Terutama yang sedang terjadi pada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Maka, apapun yang terjadi pada negara ini akan sangat berpengaruh pada umat muslim di dalamnya. Begitu pula, seperti apa muslim di negara ini akan sangat berpengaruh kepada negara. Jika dilihat kondisi negara saat ini, banyak masalah yang membuat rakyatnya kecewa. Mulai dari kebakaran hutan, pengesahan RUU yang dinilai masyarakat bermasalah dan merugikan hingga masalah-masalah lainnya yang tidak terliput oleh media. Masalah-masalah ini tentunya bukan untuk diabaikan. Sebut saja dalam hal ini urusan politik. Menurut saya sebagai muslim tidak ada satupun alasan yang membuat kita cuek terhadap urusan ini. Kita mempunyai Islam sebagai pedoman yang sifatnya menyeluruh tidak terkecuali urusan Politik. Sebagai muslim perkara membenarkan ajaran Islam menyangkut Aqidah. Islam merupakan agama yang menyeluruh (Syumuliatul Islam). Kalau kita hanya mengambil yang nyaman dan menafikan yang lainnya maka tidak sempurnalah aqidah. Seluruh bagian dapat diselesaikan dengan islam. Hal ini telah dibuktikan oleh Rasul.

Jika hari ini hanya mengambil sebagian, maka akidah perlu dipertanyakan (?).

Tentang jangkauan syumul dalam risalah islam ini Ust. Hasan Al-Banna mengatakan "Islam adalah risalah yang Panjang terbentang sehingga meliputi semua abad sepanjang zaman, terhampar luas sehingga meliputi semua cakrawala umat, dan begitu mendalam sehingga memuat urusan-urusan dunia dan akhirat".


Beberapa contoh tentang hal yang telah diatur oleh Islam seperti riba atau ekonomi dan hijrah aka travelling.

Islam meliputi zaman atau mencangkup seluruh dimensi waktu yaitu, islam sejak zaman rasul hingga sekarang ialah sama contohnya perkata tentang riba, khamr, shalat dan Al-Quran.
Artinya tetap dapat diimplementasikan pada zaman seterusnya.

Rasul Muhammad SAW dari golongan Bani hasyim yang merupakan bani paling terhormat, tapi bukan pling kaya. Ketika masih muda, saat menggembala kambing, rasul tertarik untuk melihat hal yang tidak seharusnya dilihat atau didengar karena penasaran. Namun Allah menjaga dan melindungi rasul dengan membuatnya tertidur *riwayat lain mengatakan pingsan.

Nabi lainnya mempunyai periode yang terbatas. Namun, Rasul diutus untuk selamanya.
Rasul memberi peringatan dalam (HR. Abu Daud, Syaikh al Albany mengatakan: Shahih. Lihat Misykah al Mashabih, Juz. 3 hal. 173, No. 5406) : tentang 30 pembohong, yang semuanya mengaku sebagai nabi, padahal tak adalagi nabi setelah Rasul (Nabi Muhammad). Maka tidak ada syariat lagi setelah islam, tidak ada kitab lagi setelah Al-Qur'an dan tidak ada Nabi setelah Nabi Muhammad SAW.

Islam mencangkup berbagai pedoman kehidupan, yaitu semua hal pokok & cabang sebenarnya diatur dalam islam (Al-Asas/Fondasi = Akidah & Tauhid, Al-Bina/Bangunan = Akhlak & Ibadah, Al-Mu'ayyidat/Penopang/Pelindung = Dakwah & Jihad) Fondasi = Akdah & Tauhid Seluruh surat Makiyyah membahas tentang Akidah, Selama 13 Tahun Rasul di Mekkah khusus membangun pondasi dengan menanamkan akidah/tauhid, barulah selama 10 tahun dii Madinah berdakwah tentang Fiqh. Waktu untuk membangun Aqidah lebih lama dibandingkan tentang syariat maupun Fiqh.

Bangunannya = akhlak & ibadah
Islam mngatur bukan hanya hubungan antar manusia tetapi juga dengan hewan/makhluk hidup lainnya. Islam diatas 5 perkara (rukun islam), ini merupakan bentuk ibadah.

Penopang & pelindung = dakwah & jihad
Tugas dakwah yaitu dengan ber-amar maruf nahi munkar. (Ssuai kmmpuan)

Islam mencangkup seluruh dimensi ruang, yaitu tidak dibatasi oleh batasan-batasan geografis tertentu. Dalam Al araf 158 yang menjelaskan tentang universalitas islam.

Dapat disimpulkan bahwa Islam bukan hanya diturunkan untuk orang Arab melainkan semua manusia di mukabumi. Cangkupan Islam ini pula sebagai bukti bahwa Islam adalah ajaran yang layak dan wajib menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat manusia dimanapun mereka berada, dalam seluruh aspek kehidupan.

Wallahu'alam


Terdapat "Grand Desain Proyek Amal Islami", yaitu 7 langkah yang harus menjadi acuan gerakan islam :

1. Memperbaiki diri sendiri
2. Memperbaiki keluarga
3. Memperbaiki Masyarakat
4. Memperbaiki Negara (membersihkan dari setiap kekuasaan tidak islami politik, ekonomi & moral)
5. Memperbaiki Pemerintahan (pemerintah bekerja untuk kemaslahatan) 
6. Mengembalikan system Khalifah
7. Menyebarkan dakwah islam keseluruh penjuru dunia / Semesta


{catatan yang kudapat ketika mendengan sharing dari salah seorang teman}

Selasa, 24 September 2019

Male and Female Must Have Different Educational Programs

In this evening, I want to explain my opinion about, male and female women must have different educational programs.

Before that, the purpose of education carried out by peoples is certainly to support their lives.  What we know is that there are many useful things which can be learned according to hobbies, preferences and the environment. And also adjusted according to their obligations according to gender.

Where male and female have different functions according to their nature. Like in families, where fathers and mothers have different roles. Maybe we often hear the difference between male and female from the advantages and disadvantages such as there can be multitasking or not, more focused and logical or thinking about feelings. Surely this is in general, maybe in very some cases is not always like that.

Based on the functions and characters according to different psychologists, there needs to be different educational programs for men and women. One example of an educational program about fitness. Of course, male have different training with female.

Female are better off getting an educational program that is supported by their compassionate and more patient nature.  While male get an education program that is supported by a logical nature and leaders.

This does not mean injustice towards gender differences.  Rather it is adapted to the nature and role.  I've heard a sentence about justice which says "justice is not the same size but according to its size". In my opinion the size was meant the difference between genders

Based on this, I think male and female must have different educational programs so that the benefits are in accordance with their role.

Thus my speech, thank you for your attention, maybe someone wants to add, refute or ask? Thanks for you attention

Jumat, 19 April 2019

Sexy Killers dalam Kacamata Ku

Salam Semangat ! Teman-teman semua, Apakabar kalian ditengah hiruk pikuk Pemilu2019 Man?

Dalam postingan ini saya ingin sedikit memberikan pendapat tentang film dokumenter yang belakangan agak viral di lingkungan saya. Bagaimana tidak, banyak sekali teman-teman yang menyarankan untuk menonton film ini. Untuk kalian yang belum nonton dan penasaran, daripada jauh-jauh ke youtube dan browsing, saya sediakan videonya ya, bisa langsung di 'play'.




Mari ambil positif, dan buang negatifnya dari film tersebut.

Masalah-masalah yang masyarakat alami terkait proses mendapatkan listrik sebenarnya cukup sering saya dengar dulu sewaktu belum masuk ke bangku kuliah. Misalnya pencemaran yang terjadi akubat limbah pembakaran, eksploitasi besar-besaran hingga sumber daya dapat diperbaharui. Sebenarnya sudah didapatkan dalam dunia Pendidikan. Jika tentang masalah-masalah masyarakat yang dirugikan biasanya saya mendapatkannya dari berita di tv. Tapi, saat itu hati saya tidak terlalu tergerak seperti sekarang. Mungkin dulu saya kira tak ada yang dapat dilakukan untuk membantu mereka semua. Seorang gadis kecil, yang memikirkan diri sendiri saja belum bisa bagaimana menolong orang lain. Belum dewasa juga pemikirannya, ditambah dulu belum terpampang fakta seperti dalam film Sexy Killers tersebut yang ternyata jumlahnya sangat banyak. Dan karena disajikannya berupa visual, benar-benar menyadarkan 'hey, beneran kejadian lho, bukan cuma dipelajarin doang, dan efeknya beneran ada juga ke masyarakat'

Jadi tanya-tanya, selama ini saya kemana ? haha ketika di bangku kuliah malah sama sekali tidak pernah memikirkan mereka sampai saat ini. Video tersebut menyajikan fakta.

Sejenak banyak banget pikiran-pikiran yang terlintas. Mulai dari hampir tidak percaya bahwa beberapa orang di video tersebut menunjukkan sikap tak peduli pada rakyat daerahnya. Padahal ini masalah nyawa. Bahkan nyawa rakyat beliau sendiri yang nantinya akan dipertanggungjawabkan di akhirat. *jadi ingat amanahnya seorang pemimpin itu gimana aja* 

Hukum sudah ada, namun entah bagaimana seperti tidak dijalankan seutuhnya. Saya jadi kepikiran, sejak kecil orang tua atau di sekolah kita benar-benar telah dididik untuk mematuhi peraturan yang berlaku. Tapi saya sadar memang terdapat segelintir orang yang tidak menjalankannya. Mungkin masa kanak-kanak orang dewasa yang saat ini senang melanggar hukum itu, akibat kebiasaan sejak kecil yang memang susah dihilangkan. 

Tapi, perlukah malu dengan anak-anak yang mereka rajin dan patuh ? Baik, saya sadar orang sukses diluar sanapun banyak yang sukses walaupun tidak terstruktur atau sesuai aturan. Dan kadang mereka bermanfaat. tapi coba lupakan itu sebentar. Karena yang saya tekankan adalah Hukum dibuat untuk dipatuhi. Mari lupakan selogan Hukum dibuat untuk dilanggar. 

Lumayan sering saya dengar orang-orang yang berusaha sekolah tinggi dibidang hukum supaya dapat menang atau menegakkan keadilan melalui hukum. dan aku kira usaha tersebut sangat bagus namun terkadang tidak menjadi solusi. Mereka tetap kalah melawan orang besar, lagi-lagi soal uang. Tak bisa dipungkiri itulah manusia yang sangat mengAgungkan Harta dan Kekuasaan. 

Berbagai spekulasi muncul dibenak saya, entah siapa yang bertanggung jawab tentang hal ini. Karena pihak-pihaknya sangat banyak dari yang tertinggi di tingkat atas hingga terendah. Mungkinkah ini masalah miss komunikasi atasan dan bawahan, korupsi, nepotisme, keegoisan dan masih banyak lagi. 

Sebenarnya dari sisi mereka memang cukup berupaya (yang bagian nutup lubang pake tulisan dilarang bermain), tapi hukum tetap berlaku pak. Intinya mah, kalau harusnya setelah proyek ditutup lagi, ya di tutup saja. Berapa sih biaya untuk menutup lubang kembali, pasti masuk anggarankan. 
Seperti perumpamaan ketika dahulu kita anak-anak mempunyai mainan dan membuat kamar berantakan. Ibu mengajarkan untuk dirapihkan kembali. Nah, mirip seperti itu mungkin ya, setelah ditambang dikembalikan lagi seperti semula supaya rapih dan tidak merugikan orang lain. 

Tuh, lagi-lagi masa kecil kita itu banyak banget yang mempengaruhi ketika dewasa. Beberapa kali lewat juga di timeline social media yang intinya jika ingin sukses atau melakukan tugas yang besar. Dimulai dengan merapikan tempat tidur dulu. Sederhana tapi kebiasaan baik itu memang sangat bermanfaat. 

'KEBIASAAN' seharusnya dengan melakukan yang baik-baik sejak dini, supaya 'TERBIASA' melakukan hal baik dan tidak merasa 'BERAT' dalam ' BERBUAT BAIK'

Tuh ya, hal buruk yang kita lihat atau ketahui bukan untuk dikomentarin doang. Tapi untuk diambil pelajaran supaya kita tidak melakukan hal yang sama. Dan rekomendasi dari saya adalah 
membiasakan hal baik walau hal tersebut terkecil

Masih ada pemikiran lain yang terlintas dibenak saya seperti, menjadi sadar bahwa hemat listrik itu sangat penting. Selama ini saya berpikir datangnya listrik dari PLTA yang itu berarti sumber daya dapat diperbaharui. Saya tidak sadar bahwa PLTU juga menjamur bahkan bertambah dan sangat berefek pada lingkungan sekitar. Coba kita pikirkan baik-baik, penjual tidak akan menjual barang jika tidak ada pembeli. Pebisnis tidak akan membuka bisnis jika tidak ada pasar. PLTU tidak akan bertambah jika bukan karena kita yang ingin listrik. Dengan pemborosan yang kita lakukan 'pebisnis' menganggap permintaan secara besar-besaran telah terjadi dan ini adalah peluang besar untuk mengembangkan sayapnya.

Ya jika ingin mencari siapa yang salah, kitapun terlibat Man. Sadarlah. dan mari sadarkan lebih banyak orang lagi.

Jadilah manusia yang bersyukur, jangan serakah teman-teman. kita boleh menyalahkan mereka yang merugikan banyak orang itu. asalnya dari sifat serakah kan?. Lalu apa bedanya dengan mereka jika kita mempunyai sifat yang sama. hanya beda kasus. Tapi tetap salah kan?. 

Melihat dari berbagai sudut pandang lainnya, ada yang malah bingung mau pilih paslon mana hingga memilih golput. Teman-teman, mari kita renungkan, kalau kalian golput mereka tetap berkuasa. Tapi jika kalian memilih yang lebih baik, bukan tidak mungkin mereka yang berkuasa akan berubah karena pemimpinnya baik. Jika bingung memilih, berarti teman kurang wawasan, perbanyak menggali informasi saja. Kekuasaan inipun telah terjadi sejak lama, kalua keserakahannya sejak kecil mungkin ya kita sudah kenal wkwk. 

Jadi kukira itu. yang terpenting adalah teman-teman jadikan setiap informasi itu suatu pelajaran. Baik informasi buruk maupun baik. Allah menciptakan hal buruk bukan untuk kita ikuti. Tapi untuk kita dapat membedakan dengan yang Baik. dan untuk kita jauhi.

Mungkin inilah sedikit yang bisa saya bagikan ke teman-teman tentang film tersebut dari kacamata saya. Bukan hal yang tidak mungkin lho dalam urusan 'Tambang Batu Bara' terdapat juga hal baik yang mereka lakukan. tapi karena film tersebut memang fokus menggugah kesadaran kita maka tidak akan ditampilkan. Jangan terlalu memandang sebelah mata ya!

Yuk, mari berjuang sekecil apapun, dari diri sendiri melakukan hal baik dan menjauhi hal buruk.

Terima kasih banyak untuk teman-teman yang telah bersabar membaca tulisan yang sangat Panjang ini ya, semoga dapat mengambil poin-poin pentingnya. Jika ada saran masukan maupun kritik, bebas berkomentar lho. Boleh juga follow twitter saya @Padma__14 kalau ingin difollback tinggal DM

Semoga sehat selalu ya teman-teman

Wassalamualaikum 








Minggu, 17 Maret 2019

Parade Heroik Pembebas Palestina

buku ini ditulis oleh Nurjanah Hulwani

berikut bagian belakang buku memaparkan pesan-pesan dari beberapa tokoh tentang buku ini. 

Nurjanah Hulwani adalah salah satu dari sedikit perempuan Indonesia yang menghabiskan usia dan upaya hingga harta dan raganya untuk membela perempuan Palestina dan anak-anak melalui Lembaga Adara Relief Internasional. Dalam buku Parade Heroik Pembebas Palestina, ia menuangkan mutiara perasaan dan perjuangannya, yang berawal dari unggahannya di Facebook tentang aksi Great Return March 2018, tentang keberanian yang dimiliki warga Gaza, kesabaran, dan keteguhan mereka menghadapi tekanan blokade Zionis Israel.
Bachtiar Nasir - Ketua Umum Koalisi Indonesia Bebaskan Baitul Masjid

Terima kasih kepada saudariku yang mulia, Nurjanah Hulwani, atas segala usaha dan karya yang sangat mengagmkan ini, dalam rangka mendukung penyelesaian permasalahan Palestina, serta atas keberpihakannya kepada para perempuan dan anak-anak Palestina agar bias mendapatkan hak dan mencapai masa depan mereka.
Nasif Nasir - Anggota Ulama Palestina Luar Negeri

Buku yang disusun Nurjanah Hulwani dengan judul Parade Heroik Pembebas Palestina ini patut dibaca, diresapi, dan dihayati maknanya. Buku ini adlaah potret nyata tentang kehidupan bangsa Palestina yang dijajah oleh Zionis Israel selama 70 tahun. 
Soeripto - Ketua Umum Komite Nasional untuk Rakyat Palestina

Adapun buku ini diterbitkan oleh Gema Insani

Betul sekali, tentang semua pesan dari beberapa tokoh tersebut. Buku ini dapat menjadi edukasi tersendiri untuk masyarakat Indonesia khususnya yang belum mengetahui informasi yang terjadi di bumi Palestina. Perjuangan, pertumpahan darah, pengorbanan dan hal lainnnya yang terjadi disana penting untuk kita ketahui. Kesadaran akan tumbuh karena apa yang terjadi di Palestina, bukan hanya permasalahan agama, tapi 'kemanusiaan'. Kita tidak boleh membiarkan Palestina berjuang sendirian.

Great Return March 2018, pawai Kepulangan Akbar ini bertujuan. Pertama, menuntut hak para pengungsi untuk ke tanah air dan mengambil kembali hak mereka atas tanah yang dirampas Pemerintah Israel dengan UU Kepemilikan Tanah Tidak Bertuan tahun 1950, serta menerapkan poin 11 Resolusi PBB no. 194. Kedua, menghentikan blockade GAZA yang berlangsung selama 13 tahun sejak 2016. Dipaparkan dalam buku ini bahwa kegiatan pawai akbar ini mengambil tema yang berbeda-beda setiap pekan di hari Jumat. Indonesiapun Hadir. 

Beberapa kisah heroik pejuang cilik dan perempuan Palestina dalam buku ini sangat memotivasi dan dapat menyadarkan diri tentang menjalani kehidupan. Perjuangan mereka sepatutnya kita jadikan pula sebagai tolak ukur dan dicontoh. Sungguh mengagumkan dan beruntungnya mereka yang berada pada posisi tersebut. Dengan keimanan yang kuat, semoga mereka mendapat sisi yang baik dari Allah. 

Saat itu, Adara Relief Internasional mengadakan Bedah Buku ini dan Temu Pemuda Pembebas Palestina di kampus. Berbagai dokumentasi kejadian Palestina dan cerita dari Pemuda tentang perjuangannya sejak di bangku Kuliah. Sungguh, melihat beberapa peserta menitikkan air mata menandakan bahwa kemanusiaan masih ada dalam diri mereka. Kita sebagai bangsa Indonesia, khususnya mahasiswa yang mungkin belum mampu untuk membantu secara langsung untuk pergi ke sana maupun menyumbangkan dana. Hal yang dapat kita lakukan adalah belajar dengan giat sehingga apa yang kita dapat kelak dapat bermanfaat pula untuk Palestina. Melalui doa-doa yang dipanjatkan untuk saudara muslim kita. Karena doa tak dapat diremehkan. Cara lain dapat dilakukan dengan memberi edukasi terkait Palestina sehingga kesadaran masyarakat meluas akan 'kemanusiaan' dan kewajiban untuk menunaikan hak saudara kita yang membutuhkan.

Demikian sedikit, yang dapat dipaparkan mengenai buku Parade Heroik Pembebas Palestina karya Nurjanah Hulwani, untuk lebih lengkap dan ingin memahami lebih dalam dapat membaca langsung bukunya.

Terima Kasih




Jumat, 15 Maret 2019

Manajemen Waktu

Melakukan manajemen waktu merupakan suatu hal yang rumit. Dalam keseharian, sangat sering saya berusaha melakukan manajemen waktu yang baik. Informasi maupun pengetahuan tentang hal ini saya dapatkan berkali-kali. Seperti bertanda bahwa Allah menegur saya karena manajemen waktu yang saya lakukan masih kurang tepat. Atau bertanda pula pertolongan dari Allah akibat saya yang masih kewalahan menjalani keseharian. Hal ini saya anggap rumit, karena terlalu banyak hal yang dilakukan dan dipertimbangkan. 
Urusan manusia sangat banyak, sedangkan waktu yang dimiliki sedikit. Karena hal inilah perlu dilakukannya manajemen waktu.


jagad.id


Hasan Al Bashri mengatakan,
ابن آدم إنما أنت أيام كلما ذهب يوم ذهب بعضك
Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.”[1]
maksudnya berarti ketika kita melewatkan hari dengan sia-sia (hilang) maka hilanglah sebagian dari diri kita. Siapa yang ingin kehilangan sebagian dari dirinya sendiri ? Tentu tidak ada yang menginginkannya. 

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
«لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ»
Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya[3]
dari sini, mari kita renungkan, jika saat ini juga pertanyaan itu diajukan kepada diri. Apa jawaban kita, sudah cukup kah ? mari berbenah menyiapkan jawaban terbaik Saya sepakat bahwa cobaan bagi orang yang beriman bukan sekedar menjauh dari melakukan kemaksiatan. Tapi ujiannya adalah menghindari lalai dalam memanfaatkan waktu yang dilakukan tidak untuk mengingat Allah SWT.
Bagaimana cara mengoptimalkan waktu, supaya kita sebagai umat muslim juga dapat lebih bermanfaat dan tidak tertinggal dengan umat yang lainnya? Berbicara mengenai manajemen waktu, kita akan belajar 'Fiqh Prioritas'

Berikut, hal yg perlu diprioritaskan :
- Mendahulukan yang penting & mudah dilakukan. - Mendahulukan yang waktunya singkat
- Mendahulukan yang manfaatnya lebih banyak
- Mendahulukan urusan yang mendesak (kalau terlambat kesempatan habis)
- Mendahulukan urusan yang penuh keutamaan

Kemudian, untuk kondisi sangat padatnya kesibukan diri :
- Mendahulukan kepentingan agama daripada dunia
- Mendahulukan syariat yg terkait dengan hati / badan
- Mendahulukan akhlak & jiwa atas keterampilan fisik
- Mendahulukan menuntut ilmu atas usaha / bisnis
- Mendahulukan ilmu agama atas syariat ilmu dunia
- Mendahulukan yg wajib atas sunah
- Sama2 wajib dahulukan yg besar pahala & keutamaannya
- Jika keduanya Wajib syariat bersamaan dahulukan yang waktunya akan.hilang kalau terlewat.

 mendahulukan urusan akhirat dibanding urusan dunia

Demikian sedikit 'sharing' yang saya dapatkan dari kegiatan kemarin. Semoga bermanfaat, jika ada kritik maupun saran silahkan tulis di komen ya,
Saya sangat beterima kasih

Rabu, 13 Maret 2019

Pengawas Ujian Tengah Semester

 Menjadi Pengawas Ujian bukan hal yang mudah. Apalagi jika hanya dibandingkan dengan fee nya. Tapi jika dilihat dari kebermanfaatannya. Sungguh pengawas itu sangat wajib ada ketika ujian berlangsung. Apalagi peserta ujian tidak dapat dipercayai secara keseluruhan kejujurannya. Di Kampus kami sendiri peraturan mengenai teknis ujian telah diatur cukup ketat. Seperti pelarangan saling pinjam alat tulis, izin ke kamar kecil, membawa hp, atau alat bantu lainnya yang dilarang dan masih banyak aturan lainnya. 

Lebih baik mencegah dari pada melanggar terus ketahuan. Resikonya mempengaruhi selama satu semester. Jadi, pengawas dianjurkan untuk mengetahui pelanggaran sebelum terjadi pelanggaran (?). Ya, tentu dengan memperketat penjagaan. Misalkan, peserta tidak akan mencontek jika dia tidak punya kesempatan, tidak bisa bawa hp, tidak bisa membawa kertas tambahan dll. Ada juga pengawas yang tegas sehingga peserta sejak awal tidak berani untuk berkutik. 
Tapi dibalik pengalaman selalu ada yang unik. 

*mohon maaf dibawah ini tidak penting*
Kaos kaki peserta ini lucu ya

Buah dari kegabutan 

Sisi lain kegabutan