Minggu, 27 Juni 2021

Berusaha Muhasabah Diri Secara Rutin

  Assalamualaikum, seperti biasa postingan kali ini aku dapatkan dari salah satu kajian online yang belum lama kuikuti. Adapun pematerinya seorang mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Sudan. Mudah-mudahan bermanfaat :)


Pembahasan terbagi menjaid 2 poin utama yaitu Menghafal Al-Quran dan Muhasabah diri.

Menghafal Al-Quran

Setiap manusia memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menghafal Al-Quran. Banyak yang masih muda maupun sudah berumur bisa hafal 30 Juz. Maka menghafal tidak mengenal usia. Walaupun satu hari hanya satu ayat, dari keterbatasan itu tidak akan menjadi penghalang. Selama yang dilakukan ialah secara istiqomah (terus menerus). Tidak jarang yang sedikit namun istiqomah bisa berbuah manis. Dalam prosesnya kita juga secara berkala memperbaharui niat karena tidak jarang ada saja hal yang membuat kita lupa dengan niat awal. 

Pertama-tama kita harus mengenal Al-Quran, barulah menghafal kemudian murojaah selamanya. (cmiiw sepertinya ada langkah yang terlewat)

Para penghafal Quran itu ibarat seorang ibu yang mengandung. Dimana seorang ibu merasakan letih, lelah atau inginnya tidak beraktivitas karena beratnya ketika mengandung. Seperti itulah juga ketika menghafal Al-Quran, kita rela melawan itu semua dan mengorbankan banyak hal. 

Namun, ketika melahirkan? rasa bahagia muncul. Pun ketika penghafal telah berhasil menyelesaikan hafalannya. Alhamdulillah. Bahagia luar biasa.


Muhasabah

artinya melihat, mengevaluasi pada amalan yang telah dilakukan oleh diri ini, lalu mengoreksi kesalahan yang dilakukan dan menggantinya dengan amal sholeh. 

Terdapat 3 tipe manusia seiring dengan perubahan waktu, yaitu:

1. Manusia yang beruntung.

Ini adalah mereka yang berubah lebih baik, orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini.

2. Manusia yang rugi.

Mereka yang tidak berubah akan termasuk dalam tipe ini, yaitu orang yang hari ini sama dengan hari kemarin, dan hari esok sama dengan hari ini.

3. Manusia yang celaka,

yaitu jika ia berubah menjadi lebih jelek, yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, dan hari esok lebih buruk dari hari ini.


Melakukan mutabaah diri  = Tarbiyah zatiyah (membina diri sendiri)

Mengapa muhasabah penting ?

Jumat, 28 Mei 2021

Break Free Of Insecurity & Awaken Your True Passion

 Assalamualaikum. Beberapa informasi yang bermanfaat dari salah satu webinar.

Tentang menemukan 'passion'

Passion  : sesuatu yang membuat kita semangat, tergugah dan ingin mengetahui lebih dalam.

1. Sangat berenergi
2. Sangat enjoy
3. Sangat tertarik dan penasaran

Sebab hilangnya antusiasme :

1. Tidak cukup mendapatkan tempat dari lingkungan
2. Memiliki cara pandang negatif terhadap diri sendiri (underestimate)
3. Terjebak rutinitas dan tidak sempat melakukan self connecting

Penyebab mudah bosan :

1. Tidak mengenal diri sendiri 
2. Tidak cukup kenal dengan apa yang dicari

Bakat : potensi keahlian
Minat : refleksi sukanya ke mana

'' Pada umur kita ada jadwal resah yang diatur Allah. Apakah dengan momen tersebut menjadi lebih baik atau sebaliknya. Setelah melewati apakah ada progress yang dilakukan walaupun di awal terseok-seok?''


Singkat banget ya informasi yang bisa aku berikan. Mudah-mudahan tetap bermanfaat untuk teman-teman semua ya. 

Terima kasih

Senin, 01 Februari 2021

Diary Sang Pemimpi

 

Buku ini adalah buku karya Zeni Rahmawati yang pertama aku baca. Awalnya pengen baca buku yang Skotlandia I'm In Love karena lebih tipis. Eh, karena ternyata itu adalah buku kedua, jadilah baca yang pertama dlu. Skuy!⁣⁣
⁣⁣
Kurang lebih buku ini terbagi menjadi 3 bagian. ⁣⁣

Kamis, 26 November 2020

Kontribusi Muslim Bagi Kemajuan & Pembangunan Bangsa

 Disclaimer: tulisan ini didapatkan dari menyimak video. Adapun video lengkap dapat dilihat disini.

Kontribusi Muslim Bagi Kemajuan & Pembangunan Bangsa bersama Dr Attabik Luthfi, MA

Tema bersifat reflektif, apa yang kita bahas adalah tentang diri, bangsa, masyarakat dan umat kita. Mudah-mudahan bisa meningkatkan kontribusi diri dan akan hadir negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr.

Muslim Kontributif:

"Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." Surah An-Nahl:97

Barangsiapa bukan berarti pilihan tetapi menunjukan sebuah konsekuensi bahwa orang beriman adalah orang yang selalu mengerjakan kebajikan karena menginginkan kehidupan yang lebih baik. Allah selalu menyiapkan pahala yang lebih besar dari yang kita lakukan atau kontribusikan.

Minggu, 05 Juli 2020

Umar bin Abdul Aziz



Pasca wafatnya Khalifah Mua'wiyah bin Abi Sufyan RA, tahun 60 H
- Kezhaliman merajalela
- Hubungan para ulaam & penguasa terjadi kesenjangan
- Sebagian orang zhalim mengemban kekuasaaan (contohnya : al Hajjaj yang dibantu para pengikutnya menghimpun harta dan digunakan tanpa aturan / tidak halal. Penyait yang memuji pemimpin mendapat harta yang banyak)

Keluarga Umar bin Abdul Aziz
Ayah : Abdul Aziz bin Marwan, gubernur Klan Umayyah yang pemberani dan suka berderma.
Ibu : Laila binti Ashim bin Umar bin Khattab (Ashim adalah anak Umar bin Khattab yang menikah dengan putri penjual susu *masing ingat ceritanya, ketika Umar berjalan dimalam hari mendengar pembicaraan ibu dan putrinya tentang menjual susu dan membuat Umar tersentuh sehingga menikahkan salah satu anaknya dengan putri penjual susu tersebut*
Istri Pertama : Fathimah bin Abdul Malik, putri Khalifah, kakeknya jug akhalifah, saudara perempuan dari para Khalifah dan istri dari Khalifah. Namun, hidupnya sederhana.

Kamis, 02 Juli 2020

Mumpung Muda, Harus Ngapain Nih ?


PEMUDA: Pemuda Seperti Matahari
Usia muda sama halnya dengan pukul 12.00 ketika matahari bersinar paling terang dan paling panas. 
Dalam hadis Rasulullah SAW seperti berikut, "Tidak tergelincir dua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai Allah menanyakan empat hal: umurnya, untuk apa selama hidupnya dihabiskan, masa mudanya, bagaimana dia menggunakannnya; hartanya, darimana di amendapatkan dan untuk apa saja dihabiskan; dan ilmunya, apakah dia amalkan atau tidak."(HR. Tirmidzi)
Berikut beberapa kelebihan pemuda dari berbagai sisi:
  1. Fisik : Paling sehat dan kuat kondisinya.
  2. Semangat : sangat mudah dibangkitkan, disulutkan dan dipanaskan.
  3. Pemikiran : open minded, terbuka terhadap pandangan-pandangan. Mangkanya suatu bangsa akan rusak ketika pemudanya rusak. Karena pemuda sangat rentan dengan pemikiran baru. Ketika tidak bisa menyaring yang buruk, pemuda bisa jauh dari kemoralitas dan kebenaran sehingga mempengaruhi kondisi suatu bangsa. 

Jumat, 15 Mei 2020

Menjadi Pribadi Bertaqawa

Sebaik-baik Orang

"Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat."(Al-A'raf[7]:26)

Takwa : melaksanakan segala perintah Allah SW dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. 

"maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya,"(Asy-Syams[91]:8)

Allah memberi 2 kecenderungan : kefasikan dan ketakwaan.