Assalamualaikum. Beberapa informasi yang bermanfaat dari salah satu webinar.
Tentang menemukan 'passion'Jumat, 28 Mei 2021
Break Free Of Insecurity & Awaken Your True Passion
Senin, 01 Februari 2021
Diary Sang Pemimpi
Kamis, 26 November 2020
Kontribusi Muslim Bagi Kemajuan & Pembangunan Bangsa
Disclaimer: tulisan ini didapatkan dari menyimak video. Adapun video lengkap dapat dilihat disini.
Kontribusi Muslim Bagi Kemajuan & Pembangunan Bangsa bersama Dr Attabik Luthfi, MA
Tema bersifat reflektif, apa yang kita bahas adalah tentang diri, bangsa, masyarakat dan umat kita. Mudah-mudahan bisa meningkatkan kontribusi diri dan akan hadir negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr.
Muslim Kontributif:
"Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." Surah An-Nahl:97
Barangsiapa bukan berarti pilihan tetapi menunjukan sebuah konsekuensi bahwa orang beriman adalah orang yang selalu mengerjakan kebajikan karena menginginkan kehidupan yang lebih baik. Allah selalu menyiapkan pahala yang lebih besar dari yang kita lakukan atau kontribusikan.
Minggu, 05 Juli 2020
Umar bin Abdul Aziz
Kamis, 02 Juli 2020
Mumpung Muda, Harus Ngapain Nih ?
- Fisik : Paling sehat dan kuat kondisinya.
- Semangat : sangat mudah dibangkitkan, disulutkan dan dipanaskan.
- Pemikiran : open minded, terbuka terhadap pandangan-pandangan. Mangkanya suatu bangsa akan rusak ketika pemudanya rusak. Karena pemuda sangat rentan dengan pemikiran baru. Ketika tidak bisa menyaring yang buruk, pemuda bisa jauh dari kemoralitas dan kebenaran sehingga mempengaruhi kondisi suatu bangsa.
Jumat, 15 Mei 2020
Menjadi Pribadi Bertaqawa
Jumat, 03 April 2020
Parenting : Menegur dengan Menasehati
Mendidik Anak dengan Perkataan yang Baik
"Ketika kita mendidik seorang anak, tidak boleh melarang dalam melakukan apapun. jadi, larangannya di-ubah menjadi kata ajakan yang menasehati"
Namun, pernah suatu saat anak atau orang terdekat melakukan kesalahan. Kita dapat menegurnya cukup dengan 1(satu) menit, dan tak perlu menggunakan kata-kata yang panjang + lebar apalagi dengan mengungkit masa lalu.
1(satu) menit dibagi menjadi 2(dua) untuk menegur dan pujian dengan waktu yang sama rata.
Misalkan : "Kakak itu selaluuu saja kalau dibilangin ngomel"
